-->

DPRD Medan Minta Disnaker Buat Program Pendamping Hukum Terhadap Buruh

Minggu, 15 November 2020 / 23.01

Komisi II DPRD Medan rapat pembahasan R-APBD 2021 bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Medan.

MEDAN, KLIKMETRO - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Medan untuk membuat program pendampingan hukum terhadap buruh yang menghadapi persoalan atau masalah dengan perusahaan.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II Sudari, dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2021 dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Medan, di ruang rapat Komisi II Lantai III gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Sabtu (14/11/2020).

Dalam rapat dipimpin Ketua Komisi II, Surianto dihadiri Sekretaris Dhiahul Hayati, Afif Abdilah, Jansen Simbolon, Wong Chun Sen, Johannes Napitupulu itu, Sudari mengatakan, program pendampingan itu, sangat perlu karena buruh selalu kalah di PHI, akibat ketidakmampuan buruh.

Apalagi, Disnaker Kota Medan menghadapi sekitar 300 kasus setiap tahunnya. “Setiap masalah di PHI, buruh selalu kalah karena tidak ada pendamping dan tidak ada kemampuan. Harusnya ini didampingi, bukan dilepas begitu saja,” pinta Sudari.

Selain itu, Sudari, juga meminta program Disnaker harus sesuai dengan permintaan pasar. “Disnaker harus survey pasar, apa yang dibutuhkan, bukan itu ke itu saja programnya,” kata Sudari.

Senada dengan itu, Johannes Hutagalung, juga meminta Disnaker melakukan survey pasar terkait permintaan tenaga kerja, sehingga pelatihan yang diberikan tidak monoton.

Sementara, Afif Abdillah, meminta Disnaker untuk memperkuat pelatihan spesifikasi yang tekhnis. Sedangkan, Dhiyaul Hayati, meminta program pelatihan yang dilakukan Disnaker.

Sebelumnya Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, Hannalore Simanjuntak, pada 2021 pihaknya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp17 miliar lebih yang diperuntukkan pada 14 program dan 29 sub kegiatan. “Dari anggaran itu, 1/3 untuk kegiatan buruh,” katanya.

Untuk pelatihan, sebut Hannalore, pihaknya memberikan pelatihan menjahit kepada korban PHK dan pengangguran.

“Terus terang, di masa pandemi ini pelatihan menjahit ini yang sangat dibutuhkan, karena menjahit ini modalnya tidak besar, bisa langsung bekerja serta bisa menciptakan lapangan kerja juga,” katanya. (mar)


Komentar Anda

Terkini