-->

DPRD Medan Soalkan Program Paket A Disdik Rp 106 Miliar

Senin, 16 November 2020 / 19.17

Rapat Komisi II DPRD Medan dengan Dinas Pendidikan Kota Medan.

MEDAN, KLIKMETRO - Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Sudari ST mempertanyakan program paket A di Dinas Pendidikan Kota Medan dengan pagu anggaran sebesar Rp 106 miliar lebih.

“Kita tak tahu masa pandemi Covid 19 ini sampai kapan berakhir, “ujar Sudari saat rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R APBD) Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2021 di ruang Komisi II, lantai III gedung Dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Minggu (15/11/2020).

Pertanyaannya lanjut Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Medan ini, apakah kegiatan paket A ini bisa terlaksana atau tidak, karena program ini harus disesuai dengan kondisi saat ini, untuk apa buat program kalau tidak bisa dilaksanakan. “Sayangkan anggaran sebesar Rp 106 miliar, karena sampai sekarang belum ada tanda-tanda belajar tatap muka,” ungkap Sudari.

“Sementara itu disisi lain kita melihat masih banyak sekolah di kota Medan yang membutuhkan anggaran untuk perbaikan,” ungkap Sudari dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi II Surianto tersebut

Sedangkan anggota Komisi II DPRD Medan Wong Chun Sen mengkrtisi program pembinaan mental pendidikan dan tenaga kependidikan dengan anggaran Rp 30 juta, tapi dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) kegiatan ini digunakan untuk membeli block note, pulpen HP Lazer dan tulis kantor

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Medan, Adlan mengajak Komisi II DPRD Medan untuk sama-sama memantau kondisi gedung sekolah baik itu sekolah dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Atas (SMP).

“Saya mengajak seluruh anggota dewan, komisi II untuk sama-sama melihat kondisi gedung sekolah di semua daerah pemilihan (Dapil), sehingga kita tahu mana yang rusak dan harus segera diperbaiki,”ungkap Adlan

Dalam kesempatan itu Adlan mengaku prihatin melihat kondisi pendidikan ditengah pandemi covid 19 yang sudah berjalan 8 bulan tersebut. Namun begitu dia bersyukur masih bisa belajar daring.

Tapi diakui Adlan, tidak semua siswa yang bisa mengikuti pembelajaran dengan sistem daring (internet) tersebut,karena tidak memiliki kelengkapan Android, ada sekitar 20% anak-anak harus bolak-balik menjemput materi pembelajarannya ke sekolah,mudah-mudahan kondisi cepat berlalu, harapnya.

“Saya juga harus banyak berdiskusi dengan Komisi II DPRD Medan untuk kemajuan pendidikan di kota Medan, karena pendidikan penting, sehingga perlu untuk dibenani agar Kota Medan tidak tertinggal dengan daerah lain, Medan harus menjadi barometer secara umum,”tandas Adlan. (mar)


 

Komentar Anda

Terkini