-->

Pria Ini Sukses Raup Puluhan Juta Rupiah, Ustadz Pun Ketipu Gaya Alimnya

Minggu, 27 Desember 2020 / 23.16

Pelaku berinisial EA.

MEDAN, KLIKMETRO - Pria berinisial EA tampaknya cukup mahir dalam berakting. kelebihan itu dimanfaatkan untuk tipu-tipu alias memperdaya orang, dengan tujuannya, meraup keuntungan. Modusnya, laki-laki yang diperkirakan 43 tahun itu mengaku sebagai pengusaha. Hasilnya, 6 korban sudah tertipu oleh akal bulusnya.

EA juga terampil dalam bersilat lidah. Bahkan dihadapan korbannya, dia bersifat sopan dan sangat religius. Setiap waktu shalat berjamaah, dia selalu beribadah di mesjid tempat tinggalnya di Jalan Garu B Kelurahan Harjosar I Kecamatan Medan Amplas.

"Untuk mengelabui korban agar semakin yakin dengan sandiwaranya, pelaku ini bergaul di Mesjid, mengenakan jubah dan lobe, layaknya orang alim," kata Ustad Rahmat yang juga Bilal memandikan jenazah di Jalan Garu B Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas, Minggu (27/12/2020) malam.

Sepak terjang EA juga berhasil menipu seorang ibu rumah tangga Resfika, warga Jalan Garu B. Saat bertemu korban, pelaku mengaku mau buka usaha kuliner. Tak hanya itu kata Ustad Rahmad uang untuk anak yatim yang jumlahnya belum dihitung juga dilarikannya.

Bahkan menurut Rahmad, ke 6 orang korban yakni Resfika seorang ibu rumah tangga mengaku menelan kerugian sebesar Rp 6.300.000,- , Jamaluddin Rambe Rp. 500.000,-, Sapturi Rp. 2.000.000,- Rumah Makan Berkah Rp. 1.400.000,- Hasan Rp. 800.000,- dan Ustad Rahmad tanjung Rp.100.000,-

Berdasarkan keterangan Resfika, dia mengenal pelaku tersebut hanya kebetulan, karena pelaku tersebut mau berkunjung ke rumah tetangganya, dan setelah cerita kesana kemari, Resfika tertarik dengan ide pelaku mau merintis usaha kuliner.

Namun kata Resfika, pelaku dalam ceritanya menyebut pernah membuka usaha kuliner dengan skala besar dan mampu memenuhi berapa pun permintaan pelanggannya.

Setelah saling kenal. Pelaku mengeluh tak punya modal, dia menawarkan jika Resfika mau menanamkan modal, dia bersedia bagi hasil, akhirnya mereka menjalin kesepakatan bisnis untuk pengadaan kuliner tersebut

"Kala itu, dia menyebutkan memang sedang membutuhkan kekurangan modal sekira lebih kurang 10 jutaan, tapi Resfika tak menyanggupi, dan hanya bersedia menyediakan modal  Rp.5 juta. Pelaku minta tambah akhirnya saya putuskan Rp. 6.300.000,- ,"sebut Resfika

Dia menceritakan setelah dilakukan kesepakatan dan pembuatan tanda terima uang mengenakan matrai 6000, tak lama kemudian Resfika mendapat kabar pelaku EA tak ada lagi di rumah kontrakannya.

Selik-punya selidik ternyata bukan hanya Resfika saja korbannya, melainkan sudah banyak. Resfika tak menyangka, masih ada orang seperti itu, berkedok orang alim tapi kerja penipu, 

"Bayangkan aja sekelas Ustad-Ustad di sini bisa ditipunya. Ya saya percaya karna kabarnya pelaku orang yang ta'at beragama, shalat dan bergaul setiap saat di mesjid,"kata Resfika sembari mengelengkan kepalanya.

Sementara Ustad Rahmad berharap kepada seluruh masyarakat kota medan berhati-hati dengan orang ini, karena sudah banyak korban yang kena tipu. 

Menurut Ustad Rahmad, pelaku selalu masuk ke masjid-masjid. Sasarannya jamaah masjid dengan modus berjualan kuliner, keuntungan bagi hasil.

"Saya berharap jika bertemu dengan pelaku ini langsung ditangkap atau laporkan ke.polisi dan bisa juga hubungi saya ke nomor uape 0852 9662 6843." harap Ustad Rahmat.

Dalam waktu dekat, para korban berencana akan melaporkan kasus penipuan ini kepada pihak kepolisian. (put)
Komentar Anda

Terkini