-->

Diduga Demi Tutupi Bobrok Perusahaan, Manejer PTP IV Kebun PAM Undang Awak Media

Jumat, 15 Januari 2021 / 00.13

Kondisi jalan tampak sangat buruk di areal perkebunan.

TBS sawit.

SIANTAR, KLIKMETRO.COM - Pasca pemberitaan mengenai kinerja PTPN IV kebun unit Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan yang dinilai buruk selama ini, Denny Hutagalung,selaku Manejer kebun unit mengundang para awak media untuk menyajikan berita-berita yang menyejukan, agar dapat dibaca oleh Pimpinan PTP IV di Kantor Pusat Medan maupun jajaran Direksi Holding perkebunan PTPN 3.

Hal itu dapat terlihat, kamis sore (14/1/2021) dari sejumlah media online, seolah-olah dengan adanya pemberitaan tersebut untuk membuat berita tandingan dengan menyajikan berita berita yang enak dibaca atau biasa disebut dengan istilah asal bapak senang (ABS).

Hal ini disampaikan Robert Indra Girsang-Ketua investigasi LSM PPLH sumut, di Loby Siantar Hotel, Kamis (14/1/2021).

"Bila memang alasan Manejer kebun unit PAM jalan rusak itu parah akibat curah hujan yang cukup tinggi bisa sedikit, kita maklumi faktor alam.Namun perlu dicatat,tahun-tahun sebelumnya juga durasi hujan tidak jauh berbeda seperti saat ini,"ucap Robert.

Menurutnya, faktor utama akibat tidak becusnya fungsi pengawasan yang di lakukan oleh kebun unit maupun distrik1 disaat ada proyek perbaikan infrastruktur jalan.

"Bisa dicek rata-rata hampir keseluruhan proyek perbaikan dan peningkatan jalan produksi di ptpn 4, khususnya kebun unit PAM baru beberapa bulan digunakan sudah hancur kembali,"sebutnya kembali

Diterangkannya, mengapa hal itu bisa terjadi, disaat vendor melaksanakan pekerjaan. Unit tidak efektif menjalankan fungsinya sebagai pengawasan, dan sering kita temukan pekerjaan vendor tidak sesuai dengan spekteknis dan menyimpang dari rencana kerja syarat [RKS].

"Namun masih tetap dilanjutkan, seharusnyakan vendor diberikan teguran keras bila perlu diblack lish aja perusahaannya,"tegasnya.

Dirasakan saat ini, hampir keseluruhan proyek infrastruktur jalan produksi dan jalan penghubung banyak yang tidak berkualitas, sehingga menganggu pendistribusian hasil panen.

"Saat ini buah restan dikebun unit PAM,tepatnya di AFD 4,7,8,9 masih banyak yang terlantar, bahkan sudah ada yang membusuk. Lucu nya pihak manajemen kebun unit PAM justru menyewa media online membuat berita tandingan untuk menutupi kinerjanya yang buruk, padahal temuan kita mengenai akses jalan yang rusak parah sehingga membuat hasil panen TBS restan hingga berhari hari adalah fakta,"pungkasnya. (panjaitan)
Komentar Anda

Terkini