-->

HBB Prihatin, Teror Bom Sudah Berulang Terjadi, Lamsiang Sitompul : Berantas Teroris Harus Tegas dan Keras

Senin, 29 Maret 2021 / 03.31

Ketua Umum Horas Bangso Batak Lamsiang Sitompul SH MH.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Ketua umum Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH menyampaikan prihatin dan kesedihan yang mendalam atas peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Hal yang menyedihkan, hal ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia, bahkan sudah berulangkali.

"Saya sedih sekali kejadian seperti ini selalu berulang di gereja. Saya sangat prihatin dan di satu sisi saya melihat bahwa upaya penumpasan terorisme tidak maksimal, sehingga kejadian ini selalu berulang dan berulang,"ungkapnya pada wartawan, Minggu (28/3/2021).

Sosok yang merupakan praktisi hukum ini menilai aksi terorisme terjadi karena beberapa orang yang selama ini terduga atau terafiliasi dengan aksi teroris tidak dilakukan penindakan. 

Menurut Lamsiang, dalam mengantisipasi aksi terorisme ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Polri dan TNI. Namun berkembangnya kemajuan teknologi membuat pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga dituntut untuk berperan aktif.

Karena Kominfo mengurusi media dan penyebaran terorisme ini juga marak melalui media. "Saya dari dulu sudah mendesak Kemenkominfo meregistrasi semua media sosial sehingga tidak semua bisa dengan mudah mengakses aksi yang mengarah pada kegiatan terorisme,"ujar Lamsiang Sitompul.

Bahkan kata Lamsiang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga memiliki peran yang sangat besar dalam hal ini. Sebab aksi-aksi terorisme seperti ini, menurutnya selalu berkaitan dengan aliran pendanaan untuk melakukan aksi.

"Kemarin di Sumatera Utara ditemukan sumber pendanaan jaringan teroris, termasuk dari kotak-kotak amal. Dalam hal ini lembaga keuangan harus mengawasi secara ketat,"tukasnya.

Ditambahkan Lamsiang, saat ini tidak lagi perlu bersikap permisif terhadap gerakan-gerakan terorisme. Semua pihak harus bersikap tegas dan keras sesuai hukum.

"Saya mohon maaf jika ada yang tersinggung, tapi saya minta gerakan pemberantasan terorisme harus tegas dan keras. Bukan hanya pelaku namun semua yang membantu fasilitas dan arahan penyebaran paham teroris harus segera ditumpas. Horas Indonesia, Jayalah negeriku dan bangsaku," pungkasnya. (hotlan)

Komentar Anda

Terkini