-->

Cakap-cakap Mabuk Berujung Maut, Manurung Tewas Ditikam Sopir Angkot

Selasa, 23 Maret 2021 / 05.32

Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu memaparkan motif pembunuhan yang dilakukan Rahmad Abadi Berutu alias Buyung Tato terhadap Gading Wijaya Manurung dalam konfrensi pers di Polsek Percut Sei Tuan, Senin (22/3/2021).

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Dipicu sama-sama mabuk di pakter tuak sehingga omongan pun menceracau dan menimbulkan keributan, Rahmad Abadi Berutu alias Buyung Tato (47), warga Jalan Kepodang/Perkutut IV, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan nekat menghabisi Gading Wijaya Manurung (52), warga Jalan Pertiwi, Medan Tembung.

Hal ini terungkap dalam konfrensi pers yang digelar Polsekta Percut Sei Tuan, Senin (22/3/2021). Pada wartawan, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu SH MH memaparkan, peristiwa pembunuhan itu terjadi di Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, Minggu (22/3/2021) sekira pukul 02.00 dinihari.

"Tersangka kami tangkap di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagei di tempat persembunyiannya,"kata kapolsek pada wartawan. 

Pada paparan itu, pelaku yang diwawancarai wartawan, mengakui dia dan korban merupakan sama-sama sopir angkot dan berteman. Keduanya minum di pakter tuak. Entah bagaimana, korban menceracau dan mengatakan bisa membeli nyawa korban.

"Dia (korban) mengatakan itu di depan orang ramai yang lagi minum tuak disitu. Saya sakit hati, harga diri saya tersinggung dia bilang bisa beli nyawa saya,''aku Buyung Tato.

Keduanya sempat terlibat cekcok mulut, namun dileraikan kawan-kawan. Seorang rekannya menyarankan Buyung Tato pulang karena melihat sudah mabuk. "Saya sudah mabuk, korban juga mabuk,"kata Buyung.

Setiba di rumah, Buyung tak tenang. Dia teringat ucapan Gading yang ingin membeli nyawanya. Tanpa pikir panjang lagi, Buyung mengambil pisau dari dapur dan kembali ke pakter tuak menemui Gading. Begitu bertemu, keributan pun terjadi. Buyung yang kalap langsung menusuk tubuh Gading berkali-kali. "Saya mabuk, saya gak tahu ada berapa kali menusuknya (korban),"bilang Buyung.

Begitu melihat Gading roboh ke tanah dengan bersimbah darah, Buyung langsung angkat kaki dan berupaya kabur. Namun tak sampai 1x24 jam, unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan berhasil meringkusnya. 

"Adapun motif dari pada pelaku melakukan pembunuhan adalah sakit hati. Adanya unsur dendam ataupun adanya pelecehan terhadap pelaku," kata Jan Piter didampingi Kanit Reskrim AKP M Karo-Karo, Panit II Iptu Bakri, dan Kapos Mandala Aiptu PL Pakpahan. 

Janpiter menambahkan, korban dibunuh dengan ditusuk pakai pisau sebanyak sembilan kali di bagian perut atau bawah. "Jadi pelaku ini karena adanya tadi awalnya permasalahan, dia berdebat, sehingga dia di kedai tuak perdebatan itu, dia kembali ke rumahnya untuk menjemput pisau ini dan membawa pisau ini untuk menghabisi dari pada korban," jelasnya.

Akibat perbuatannya, Buyung Tato telah dijerat sebagai tersangka. Dia diduga melanggar Pasal 340 sub 338 KUHP. (hotlan) 

Komentar Anda

Terkini