-->

Dhiyaul Hayati Roadshow Reses di 6 Lokasi, Warga Minta Fasilitas Olahraga dan BPJS Gratis

Rabu, 12 Mei 2021 / 06.57

Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati SAg MPd menggelar reses di Jalan Starban, Medan Polonia, Selasa (11/5/2021).

Warga mengikuti kegiatan reses yang digelar Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati di Jalan Avros, Medan Maimun, Selasa (11/5/2021).

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dhiyaul Hayati SAg MPd menggelar reses masa sidang III Tahun Anggaran (TA) 2021 di 6 lokasi di Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Tuntungan dan Medan Polonia.

Dalam aspirasi yang ditampung selama 2 hari, senin hingga selasa (10-11/5/2021), masyarakat mengeluhkan peredaran narkoba yang makin marak di Kota Medan, sehingga mengancam masa depan generasi muda. Masyarakat juga meminta Pemko Medan memberi fasilitas olahraga agar memiliki kegiatan positif di lingkungan mereka guna mencegah kawula muda dari bahaya narkoba. 

Selain itu, Pemko Medan juga diminta mengakomodir masyarakat dengan menggratiskan BPJS Kesehatan dan memasukkan dalam program PBI APBD Kota Medan. Hal ini dikarenakan banyak warga sudah tak mampu lagi membayar iuran BPJS Kesehatan disebabkan pandemi covid-19 yang mengganggu perekonomian.

Terkait keresahan terhadap bahaya narkoba ini disampaikan oleh Adi Syahputra, warga Jalan Starban, Medan Polonia saat reses Dhiyaul Hayati berlangsung di Jalan Starban, Gang Rukun, Polonia, Selasa (11/5/2021). Adi menuturkan banyak kalangan muda terlibat narkoba, terutama di lingkungan tempat tinggal mereka. Karena itu mereka berinisiatif membuat kegiatan olahraga, sayangnya tak ada lapangan yang bisa digunakan. Karena itu disediakan tenis meja, namun saat ini mejanya rusak dan lantai tempat mereka latihan juga perlu dilakukan perehaban. "Kami prihatin dengan banyaknya kawula muda yang terlibat narkoba. Kami pun membuat kegiatan olahraga, agar anak-anak muda memiliki kegiatan positif. Tapi kami butuh fasilitas olahraga, meja tenis kami juga sudah rusak,"ujar pria berlobe itu.

Teti, warga Starban juga menyampaikan keresahannya terhadap peredaran narkoba. "Banyak lampu jalan yang padam, terutama di Gang Mesjid Satu ujung. Kami minta dilakukan perbaikan segera, karena di kawasan lampu jalan rusak itu banyak pemakai narkoba dan rawan kriminal,"ujar ibu rumah tangga ini.

Menanggapi Adi Syahputra, Dhiyaul meminta agar diajukan permintaan alat-alat olahraga ke Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan. "Tapi yang mengajukan itu harus organisasi, jangan perorangan. Pemerintah kota memang sudah menganggarkan untuk pemberian fasilitas olahraga," ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Medan yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat ini.

Tak Mampu Bayar BPJS

Sebelumnya di hari yang sama, saat reses di Jalan Sawit Raya, Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan, warga meminta agar Pemko Medan menggratiskan pelayanan kesehatan. Pasalnya, banyak kendala yang dialami masyarakat untuk membayar premi BPJS Kesehatan, sehingga terjadi tunggakan. Disamping itu juga, meski sudah membayar premi BPJS Kesehatan, anak yang baru lahir tidak langsung digratiskan perobatannya.

"Kami mohon agar Pemko Medan menggratiskan pelayanan kesehatan dan memasukkan warga di PBI BPJS Kesehatan,"pinta warga Simalingkar.

Permintaan sama juga disampaikan warga Medan Maimun yang meminta agar masuk dalam kepesertaan PBI BPJS Kesehatan. "Kami tak sanggup lagi membayar premi BPJS Kesehatan. Apalagi saat ini pandemi covid, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit. Mohonlah agar kami digratiskan biaya kesehatan,"harap warga.

Pada reses yang digelar di hari kedua itu, berbagai aspirasi disampaikan warga. Seperti permasalahan jalan rusak, lampu jalan padam, drainase buruk, program guru maghrib mengaji, honor guru dan banyak lagi. 

Lamsinar Sihotang, warga Jalan Karet, Simalingkar mengeluhkan jalan rusak dan honor sertifikasi guru yang tidak valid sampai dengan saat ini. Begitu juga Nora Ningsih, warga Jalan Sidomulyo yang mempertanyakan intensif guru paud. Sedangkan Ilham, warga Jalan Jahe menyebutkan di lingkungannya krisis areal pekuburan. Lahan pekuburan yang ada saat ini sudah tak mencukupi lagi. Pihaknya sudah mengajukan proposal untuk pengadaan kuburan Gubernur Sumatera Utara, namun hingga saat ini belum direalisasikan.

Sementara, Dewi, salah seorang kepling di Simalingkar menyoalkan penebangan pohon dari Pajak Simalingkar hingga jalan Vanila Raya. Dewi juga mengeluhkan, parit jadi hancur dan longsor setelah normalisasi drainase. Sebaiknya usai normalisasi drainase, dilakukan perbaikan segera sehingga parit tidak rusak.

Menampung aspirasi warga dalam kegiatan reses tersebut, Dhiyaul menyebutkan usulan masyarakat yang disampaikan kepada anggota dewan akan menjadi catatan agar dimasukkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan direalisasikan dalam anggaran.

Politisi PKS ini menambahkan, salah satu fungsi yang sangat penting dari DPRD, yaitu menyerap, menghimpun dan juga meninjaklanjuti aspirasi dari masyarakat. “DPRD wajib dan memiliki tugas untuk mendengarkan aspirasi serta keluhan dan kebutuhan masyarakatnya.Tujuannya untuk membantu Pemko Medan akan menjadi lebih baik, terutama dalam hal kemajuan pembangunan dan juga kesejahteraan,”ujar Dhiyaul.

Lanjutnya lagi, DPRD merupakan bagian dari Pemerintah Daerah yang memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. "Tugas sebagai anggota dewan ada tiga; pertama, bagaimanakah pengaturan tugas dan fungsi pengawasan anggota DPRD terhadap peraturan daerah. Kedua, bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi anggota DPRD dalam pengawasan Pelaksanaan Peraturan daerah Kota Medan. Ketiga, bagaimanakah hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas dan fungsi anggota DPRD Kota Medan dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah," jelas legislator asal Dapil V yang meliputi Kecamatan Medan Johor, Sunggal, Selayang, Tuntungan, Polonia dan Maimun ini.

Adapun kegiatan roadshow reses ini digelar di enam lokasi dan menerapkan protokol kesehatan. Acara dibagi 6 sesion agar tidak terjadi kerumunan massa untuk mencegah penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19). Kegiatan hari pertama, Senin (10/5/2021) digelar sesion pertama di Masjid Ar Rahman, Jl. Brigjend Katamso Gang Perbatasan, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, sekira pukul 09.30-11.30 wib. Selanjutnya, sekira pukul 14.00-16.00 wib, di Jalan Suka Rindu Ujung Lingkungan 9, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor. Kemudian, sesion ketiga sekira pukul 16.00 -18.00 wib, di Lapangan Gang Balai Desa, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

Di hari kedua reses, Selasa (11/5/2021), sesion ke empat digelar di PAUD Metung, Jalan Sawit Raya, Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan sekira pukul 09.30-12.00 wib. Dilanjutkan sesion kelima sekira pukul 14.00-16.00 wib, di jalan Avros, Gang Jawa, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun. Terakhir, sesion ke enam, reses berlangsung di Jalan Starban, Gang Rukun, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia. (maria)

Komentar Anda

Terkini