-->

Antusiasnya Masyarakat Ikut Vaksinasi Massal :Yes! Saya Sudah Divaksin

Jumat, 16 Juli 2021 / 05.15

Vera Indicha tampak ceria usai divaksinasi.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Wajah Vera Indicha tampak ceria setelah mendapat formulir pengisian biodata sebelum divaksinasi covid-19 di lokasi Eks Bandara Polonia, Lanud Soewondo, Medan, Kamis (15/7/2021). Dia bahkan semangat saat namanya dipanggil untuk melakukan vaksinasi. 

Bagaimana tidak, selama hampir dua pekan warga Jalan Jermal, Kecamatan Medan Denai itu mencari informasi untuk melakukan vaksinasi covid-19. Sebenarnya tidak sulit mendapatkan vaksinasi gratis di Medan, apalagi pendaftaran dilakukan melalui aplikasi online. Namun wanita 30 tahun ini sempat mengalami keraguan untuk vaksinasi, dikarenakan adanya rumor negatif tentang vaksinasi covid-19. Tapi keraguan itu seketika pupus, setelah melihat ibunya yang berusia 55 tahun sudah dua kali divaksin dan tetap bugar menjalankan aktivitas.


Antrian peserta vaksinasi massal Halodoc di Eks Bandara Polonia Medan.

"Awalnya saya ragu vaksin karena ada kabar habis vaksin meninggal, ada juga yang pingsan. Tapi setelah saya lihat ibu saya yang sudah menjalani dua kali divaksin tetap sehat, keraguan saya jadi hilang. Apalagi belakangan ini saya lihat banyak orang yang sakit, termasuk teman kerja saya. Saya jadi takut,"ungkap ibu anak satu ini.

Vera pun meyakini diri untuk melakukan vaksinasi dan mulai mencari tahu dimana lokasi vaksinasi di Medan. Setelah browsing di internet, akhirnya dia mendapat informasi dari aplikasi Halodoc. Vera lalu mendaftarkan diri untuk vaksinasi massal di lokasi eks Bandara Polonia Medan dan mendapat jadwal vaksinasi.

Tak nyana, saat datang sesuai jadwal yang diterimanya di aplikasi Halodoc, ternyata vaksinasi diundurkan karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Medan, Rabu (14/7/2021). 

Vera sempat kecewa saat petugas menyuruhnya kembali tanggal 23 Juli. Namun besoknya, Kamis (15/7/2021) dia mendapat informasi dari teman, vaksinasi covid-19 kembali dibuka. Segera dia bergegas mendatangi lokasi vaksinasi eks Bandara Polonia Medan. Ternyata benar, vaksinasi massal kembali digelar.

Dia lalu menanyakan kepada petugas informasi yang berada tak jauh dari gerbang pintu masuk. Tak banyak proses. Setelah menunjukkan jadwal vaksinasi di handphonenya yang sudah lewat satu hari, dia lalu diarahkan ke pos Halodoc dan diterima oleh petugas disana. Selama menunggu antrian, panitia tetap menerapkan protokol kesehatan. Peserta duduk di kursi berjarak dan tidak boleh melepas maskernya. Masker yang dikenakan pun harus masker berlapis, tidak boleh dari kain atau pun masker scuba. 

Sekitar 15 menit menunggu, peserta lalu masuk ke ruang vaksinasi dan mengisi formulir. Selanjutnya dilakukan pengecekan kesehatan. Setelah dinyatakan kesehatan cukup fit, vaksinasi pun dilakukan.

"Lega rasanya sudah divaksin, senang kali. Ini juga buat kebutuhan kerja. Gak ada sakitnya loh, tiba-tiba saja sudah selesai disuntik," katanya dengan wajah ceria. 

Dia mengaku tak merasakan keanehan usai divaksin. "Biasa aja, mata saya gak berkunang-kunang, kepala pun gak sakit. Dari tadi saya disini, gak ada saya lihat yang pingsan siap divaksin,"ujarnya. 

Apa tidak takut dengan rumor negatif vaksin covid-19? "Gak tau ya, moga-moga sehat-sehat saja. Vaksin ini kan bukan berarti kita kebal dari virus corona, tapi menjaga imunitas tubuh. Virus ini menyerang kalau imun kita menurun, apalagi sekarang cuaca kadang panas, kadang hujan, terkadang kita juga stres. Vaksin ini perlu dilakukan, agar tubuh kita kuat dan gak gampang sakit,"kata Vera menambahkan, petugas vaksinasi tadi mengimbau kepada peserta agar tetap menerapkan prokes meski sudah divaksin.

"Tadi disampaikan agar tetap mematuhi prokes, tetap pakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, juga mengurangi mobilitas di luar,"ungkapnya.

Amatan wartawan di lokasi, warga sangat antusias mendatangi lokasi vaksinasi dan mencari informasi. Padahal siang itu matahari bersinar terik, panasnya menyengat kulit. Namun tak menghalangi warga yang tampak memadati pos informasi untuk mengetahui bagaimana cara mengikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan gratis di halaman Eks Bandara Polonia tersebut. 

Sementara, informasi yang diperoleh wartawan pada hari itu, warga yang melakukan vaksinasi setelah mendaftar dari aplikasi Halodoc sebanyak 4 ribuan orang, dimulai dari pagi hari dan berakhir sekira pukul 15.00 wib.

Untuk diketahui, pada saat itu di eks Bandara Polonia, tak hanya Halodoc yang menggelar vaksinasi massal, ada juga dari BUMN dan transportasi online. Namun lokasinya terpisah dan dibatasi untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Target Vaksinasi Capai 50,01 Persen di Medan

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim program vaksinasi Covid-19 kepada warga Medan saat ini sudah mencapai 50,01 persen. Pemko Medan saat ini menargetkan 1,9 juta dari 2,5 juta warga Kota Medan akan mendapatkan suntik vaksin Covid-19.  

Booby mengatakan di tahap awal, Pemko Medan menargetkan 1,4 juta penduduk yang mendapatkan suntik vaksin. Namun jumlah tersebut direvisi oleh Pemko Medan seiring bertambahnya segmen warga yang boleh mendapatkan vaksin.

"Namun dengan bertambahnya segmen yang bisa divaksin, maka target pun bertambah menjadi 1,9 juta," kata Bobby.  

Bobby optimistis target tersebut akan tercapai seiring semakin banyak lokasi yang bisa diakses warga untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Salah satu lokasi yakni Sentra Vaksinasi Bersama BUMN yang berada di eks Bandara Polonia. Sebelumnya, Pemko Medan juga sudah menggelar vaksinasi di eks Bandara Polonia tersebut secara drive thru. 

"Sebelumnya kami targetkan maksimal 2.000 dosis per hari. Sejak Kementerian BUMN turun ke lapangan target bisa sampai ke 5.000 per hari," ucapnya. 

Dalam kesempatan itu, Bobby juga mengatakan, dalam dua minggu terakhir telah terjadi penurunan positivity rate Covid-19 di Medan, yakni dari 30,01 persen menjadi 27 persen dengan jumlah testing per hari sebanyak 800. "Penurunan positivity rate ini memang belum terlalu siginifikan, namun hal ini menunjukkan bahwa beberapa kasus di Kota Medan sudah bisa dikatakan terkendali," ujarnya.

Bobby turut mengapresiasi dukungan TNI, Polri, serta Kementerian BUMN dalam proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Medan.

"Ini juga hasil dari sosialisasi kita dan juga semangat dari masyarakat itu sendiri, bagaimana Covid-19 bisa cepat hilang dari Kota Medan khususnya, (juga) dari Indonesia dan dari muka bumi ini, salah satunya adalah dengan cara vaksinasi," ungkapnya. (mr)

Komentar Anda

Terkini