-->

IDI Sesalkan Vaksinasi Massal Timbulkan Kerumunan

Kamis, 05 Agustus 2021 / 18.48

Kerumunan warga di acara Gebyar Vaksin Presisi yang berlangsung di GOR Pancing, Medan.

MEDAN, KLIKMETRO.COM  – Antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 terbilang cukup tinggi. Semua kegiatan vaksinasi massal yang dilakukan pemerintah di seluruh Indonesia, selalu ramai dan berpotensi menimbulkan kerumunan.

Seperti vaksinasi yang dilakukan di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut Jalan Willem Iskandar pada Selasa (3/8), terjadi kerumunan saat masyarakat antri untuk mendapatkan vaksin. Bahkan karena antrean terlalu lama, warga nekat menerobos pagar agar masuk ke dalam gedung.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumatera Utara (Sumut), dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL (K) menyesalkan cara pemerintah yang melakukan vaksinasi massal. “Kok vaksinasi dilakukan secara massal? Kita menyesalkan cara seperti itu,” ujar Ramlan menanggapi saat dihubungi wartawan, Rabu (4/8/2021).

Dikatakan Ramlan, vaksinasi yang dilakukan secara massal sudah pasti bepotensi menimbulkan kerumunan. Adanya kerumunan, maka berpotensi terjadinya penularan Covid-19. “Nanti vaksinnya yang difitnah lagi, dibilang setelah vaksin kena Covid-19. Padahal, Covid-19 itu karena ada kerumunan, bukan karena vaksinnya. Mulai sekarang, dikelola dengan baik kegiatan vaksinasi itu,” kata mantan Ketua IDI Medan seperti dilansir dari sumutpos.co ini.

Menurut Ramlan, pemerintah daerah semestinya memberdayakan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1, baik klinik swasta, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Posyandu dalam melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. Cara ini dinilai lebih profesional dan efektif mencegah kerumunan saat dilakukannya vaksinasi. “Perlu profesional mengelola ini semua, dan seharusnya tak boleh begitu (vaksinasi massal). Kita kan punya perangkat, ada puskesmas, puskesmas pembantu, klinik swasta. Jadi lokasi vaksinasi itu menyebar, bukan dibuat menumpuk seperti itu, massal, massal, massal, akhirnya timbul kerumunan,” ungkapnya.

Ramlan memastikan, vaksinasi yang dilakukan di fasilitas kesehatan lebih baik dan efektif. Jika ada efek samping setelah vaksinasi, maka bisa ditangani secara cepat. “Berdayakan faskes, jangan dibuat massal lagi. Kalau terus seperti itu, nanti target mulia kita mau menurunkan Covid-19 malah menjadi menambah Covid-19 dengan cara seperti itu,” cetusnya.

Dia menambahkan, sudah semestinya mengembalikan kemuliaan masyarakat Indonesia mendapat layanan kesehatan lebih baik, tanpa menambah korban berjatuhan. “Berlinang air mata kita melihat keadaan ini, sedih melihat masyarakat seperti itu. Kita harus memuliakan masyarakat kita dan menjaga kesehatannya serta memastikan tidak tertular Covid-19,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Gebyar Vaksin Presisi yang digelar di GOR Serbaguna Pancing, pada Selasa (3/8) kemarin, berjalan lancar dan tertib. “Vaksinasi berjalan tertib. Ada masyarakat, pelajar, difabel, yang mengikuti vaksinasi di GOR Pancing,”ujarnya. (*/sp/int) 

Komentar Anda

Terkini