-->

Pembahasan P APBD 2021, Komisi II Minta Perbaikan Pelayanan RSUPM

Senin, 20 September 2021 / 17.09

Gedung DPRD Medan.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Anggota Komisi II DPRD Medan Modesta Marpaung SKM pertanyakan kinerja Direktur Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan (RSUPM) mengelola pelayanan rumah sakit yang kerap memperoleh stigma buruk dari masyarakat.

"Apa kendala sehingga rumah sakit tidak mampu memberi pelayanan. Masalah fasilitas alat kesehatan atau tenaga medis Sumber Daya Manusia (SDM). Tolong menjadi perhatian dan harus dirubah total," ujar  Modesta Marpaung saat mengikuti pembahasan P APBD TA Pemko Medan di ruang Komisi II gedung dewan, Senin (20/9/2021).

Selain itu, Modesta juga menyampaikan agar perbaikan sarana Lift segera diperbaiki dalam upaya peningkatan pelayanan. Sehingga stikma buruk selama ini dapat diatasi.

Gayung bersambut disampaikan Wakil Ketua Komisi II, Sudari, sorotan yang hampir sama juga disampaikan terkait alokasi anggaran sebesar Rp 10 M di P APBD 2021. Dimana sebesar Rp 7 Miliar untuk alat kesehatan dan Rp 3 Miliar untuk perbaikan lainnya dapat difungsikan dengan baik.

"Kita berharap anggaran itu skala prioritas   perbaikan yang sangat urgen. Sehingga pelayanan di Rumah Sakit semakin bagus," sebutnya.

Dikatakan Sudari, selam ini banyak pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain karen di RS Pirngadi tidak siap fasilitas. "Kita berharap ada out put yang Rp 10 M itu. Stigma buruk pelayanan bisa dihilangkan. Kita kan bangga kalau banyak pasien sembuh dari berbagai penyakit," ujarnya.

Begitu juga dengan anggota DPRD lainnya Haris Kelana Damanik, menyebut pasien unregister bagi warga Medan harus mendapat pelayanan baik. Untuk itu RS Pirngadi harus menjadi andalan yang emergensi. 

Menyahuti sorotan dewan, Direktur RS Pirngadi Medan Suryadi Panjaitan terus berupaya melakukan pelayanan yang terbaik. Itu pun kata Suryadi, pihaknya berharap bantuan Komisi II DPRD Medan. 

Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Medan Suriato didampingi Dhiyaul Hayati, Haris Kelana Damabik, Sudari ST, Afif Afdillah, Janses Simbolon, Wong Zum Sen dan Johannes Hutagalung. (mr)

Komentar Anda

Terkini