-->

Pemkab Karo Diminta Bangun SMA Negeri di Desa Singa

Selasa, 14 September 2021 / 18.44

Kades Singa Abel Ginting di Kantor Koswari (foto kanan) dan surat permohonan pembangunan SMA Negeri di Desa Singa yang ditujukan ke Pemkab Karo (foto kiri). 

KARO, KLIKMETRO.COM - Sejak diterapkannya sistem zonasi penerimaan murid baru untuk sekolah Menengah (SMA) Negeri di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, banyak anak-anak di pedesaan tak mendapat bagian. Karena SMA negeri di Kabupaten Karo hanya sedikit.

Seperti di Desa Singa, anak-anak di sana tidak lolos masuk ke sekolah negeri. Bukan karena kalah di prestasi, tapi karena sistem zonasi. SMA negeri yang ada berada di Kecamatan Kabanjahe dan Tiga Panah. Sehingga penerapan zonasi dinilai tidak adil karena jauhnya jarak Desa Singa ke Kecamatan Kabanjahe maupun Kecamatan Tigapanah.

"Kegagalan masuk sekolah SMA Negeri bukan semata-mata anak sekolah yang berasal dari Desa Singa orang bodoh. Anak kami terbentur dengan aturan zonasi yang perhitungannya berdasarkan jarak domisili desa kami dengan SMAN yang ada di Kabanjahe dan Tigapanah. Anak kami sudah pasti kalah bersaing dengan anak sekolah yang desanya ataupun kelurahan berdekatan dengan sekolah negeri tersebut. Kami kalah bukan karena prestasi, tapi kalah dengan regulasi yang ada,"ujar Kepala Desa Singa Abel Ginting kepada sejumlah wartawan di kantor Korps Senior Wartawan Seluruh Indonesia (Koswari), Kabanjahe, Kabupaten Karo, Selasa (14/9/2021).

Abel Ginting menambahkan, dirinya sudah membuat surat permohonan warga untuk pembangunan Sekolah Tingkat Atas di desa mereka yang ditujukan kepada Pemkab Karo, dengan nomor surat 354/ SK/ IX /2021,tertanggal 06 September 2021.  "Dasar kita ingin sekolah itu berdiri adalah ini akan sangat membantu masyarakat Desa Singa maupun desa desa tetangga kita seperti Desa Kutambelin, Desa Kacinambun, Desa Lausimomo Kecamatan Kabanjahe, Desa Lauriman, Desa Gurubenua, Desa Kabantua Kecamatan Munte, dan juga saudara saudara kita yang sudah pindah desanya ke Siosar, ini semua lebih akan memudahkan dan bisa dengan cepat dijangkau,"bilang Abel Ginting.

Lanjutnya lagi, terkait lahan untuk pembangunan sekolah bisa diefektifkan lahan Sekolah Dasar (SD)  yang dahulunya sudah dihibahkan masyarakat Desa Singa seluas 12.000 M². "Karena kami rasa untuk sekolah dasar sudah cukup dan banyak sekali lahan belum termanfaatkan," kata Abel.

"Besar harapan kami Pihak Pemkab Karo melalui Bupati Ibu Cory S Sebayang mendukung, begitu juga Gubernur Sumatera Utara juga bisa langsung merespon dan menanggapi, kami juga bermohon dukungan seluruh teman teman, agar ini bisa terealisasi. Ini semua demi generasi anak bangsa, dan satu lagi Desa Singa juga sudah memiliki lapangan sepak bola yang bisa digunakan untuk menunjang sarana sekolah tersebut. Pastinya seluruh warga mendukung berdirinya sekolah tingkat atas di Desa Singa,"harapnya. (erwin)

Komentar Anda

Terkini