-->

Atasi Kendala Akses Warga, Bobby Perkuat Vaksinasi Jemput Bola

Sabtu, 23 Oktober 2021 / 16.12

Wali Kota Medan Bobby Nsution meninjau pelaksanaan vaksinasi. (Diskominfo Medan)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Meski Kota Medan telah berada dalam Level 2 penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), namun upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 terus menjadi perhatian serius Wali Kota Medan Bobby Nasution. Empat instruksi Presiden RI Joko Widodo menjadi pedoman bagi orang nomor satu di Pemko Medan untuk menangani virus Corona. Dengan upaya yang dilakukan tersebut, ibukota Provinsi Sumatera Utara  ini diharapkan  dapat turun menjadi Level 1.

Salah satu upaya penanganan yang terus diperkuat Bobby Nasution adalah akselerasi vaksinasi guna membentuk herd immunity. Sejumlah strategi pun dilakukan Bobby Nasution agar target 1,9 juta jiwa penduduk Kota Medan dapat divaksinasi seluruhnya. Bahkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan hingga 22 Oktober, besaran persentase cakupun vaksinasi sudah berada di angka 55,07 %.

Di antara strategi yang dilakukan Bobby Nasution dengan memasifkan layanan 41 puskesmas di Kota Medan, vaksinasi bagi pengemudi angkutan umum dan pelajar serta vaksinasi keliling. Di samping itu, Bobby Nasution juga menghadirkan vaksinasi jemput bola (jempol)  seperti yang dilakukan di Kecamatan Medan Johor. Program tersebut menjadi upaya sekaligus edukasi terbuka bagi masyarakat akan pentingnya vaksinasi.

Selain itu melalui vaksinasi jempol ini, Bobby Nasution ingin mempermudah akses jarak dan waktu bagi masyarakat. Program ini  diyakini mampu menjadi solusi atas sejumlah kendala besar dalam percepatan program vaksinasi. Untuk itulah, bukan hanya sekedar ketersediaan vaksin saja, Bobby Nasution juga ingin memberikan solusi bagi masyarakat yang terkendala dalam mengakses vaksinasi selama ini

“Selain terus menjalankan vaksinasi skala mikro di puskesmas, kita juga lakukan vaksinasi jemput bola di tempat-tempat yang kerap digunakkan masyarakat untuk bertemu dan berdiskusi seperti misalnya coffe shop. Hal ini dilakukan guna mempermudah warga mendapatkan suntikan vaksin. Artinya, program jemput bola memberi keuntungan bagi masyarakat baik jarak maupun waktu,” kata Bobby Nasution belum lama ini.

Kehadiran program vaksinasi jempol oleh Bobby Nasution untuk memberikan solusi bagi masyarakat mendapat sambutan baik dari sejumlah kalangan, salah satunya dari dosen pasca sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) Destanul Aulia SKM  MBA MEc PhD. Dikatakan Aulia, program responsif dalam jemput bola bagi masyarakat adalah bentuk nyata Bobby Nasution dalam memainkan peran penthahelix (konsep perpaduan antara  unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas dan media bersatu padu).

“Ini (vaksinasi jempol) adalah bentuk nyata dari responsifitas. Apalagi, salah satu syarat dalam kepemimpinan kesehatan masyarakat adalah  inovasi dalam mencari solusi. Selain itu, Bobby Nasution juga terus membangun kolaborasi dengan sejumlah pihak dan kelompok termasuk organisasi profesi kesehatan masyarakat seperti  Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sumut,” bilang Aulia yang juga  merupakan Ketua IAKMI Pengda Sumut tersebut.

Lebih lanjut Aulia menuturkan,  capaian angka vaksinasi Kota Medan yang kini berada di angka 55.07 % menjadi wujud komitmen Bobby Nasution sehingga patut untuk diapresiasi. “Ini patut diapresiasi karena sudah berperan sebagai seorang pemimpin dalam kesehatan masyarakat,” ungkapnya seraya menambahkan, capaian tersebut diperoleh Bobby Nasution karena mampu menggerakkan 4 elemen penting dalam implementasi kepemimpinan.  

Adapun keempat elemen penting yang harus terus dikejar dalam mencapai target vaksinasi, jelas Aulia, yakni komunikasi dengan memberikan sosialisasi secara terus menerus tentang pentingnya vaksin dan perilaku hidup bersih dan sehat. Lalu, sarana dan prasarana yaitu dalam pelaksanaan perlu mempertimbangkan lokasi vaksin, petugas dan ketersediaan stok vaksin. Selain itu  disposisi yaitu sikap dari petugas pemberi pelayanan yang bersunguh sungguh serta birokrasi yang fleksibel karena sesungguhnya yang menjadi tujuan adalah proteksi bagi masyarakat.

Terakhir, Aulia mengimbau agar ke depannya Bobby Nasution terus memperkuat dan meningkat peran masyarakat terutama lebih menekankan kepada aspek- aspek promotif, preventif dan rehabilitatif. “Ibarat pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Untuk mengejar pencapaian tersebut, Bobby Nasution diharapkan dapat menggerakkan potensi sumber daya  masyarakat dan terus  berkolaborasi dengan semua komponen masyarakat Kota Medan,” sarannya. (mar)

Komentar Anda

Terkini