-->

Kapolri Diminta Jangan Rekrut Eks Pegawai KPK Tidak Lolos TWK

Sabtu, 02 Oktober 2021 / 05.18

Lamsiang Sitompul.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo diminta untuk tidak merekrut eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos TWK. 

Sejumlah dukungan dari kelompok-kelompok yang justru terkesan memaksakan kehendak, meminta Kapolri untuk menerima 56 orang yang kalah dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tersebut Ide yang demikian dinilai sebagai alur pikir yang keliru.

Tidak ada tolok ukur yang bisa mendasari penerimaan calon pegawai yang telah jelas kalah dan tidak layak untuk diterima.

Ketua DPP Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH meminta agar Kapolri membatalkan niat untuk merekrut eks pegawai KPK yang tidak lulus TWK. 

"Jika hal itu terjadi maka akan menjadi preseden buruk, karena seakan-akan negara ini bisa ditekan oleh orang-orang yang tidak lolos TWK," kata Lamsing Sitompul kepada media di Medan, dikutip Sabtu (2/10/2021). 

Lamsiang yang berprofesi sebagai pengacara ini menyarankan bagi mereka yang tidak layak sesuai hasil tes, agar mencoba menerima dengan lapang dada hasil ujian. Bisa dengan mencoba pekerjaan yang lain dan lebih sesuai dengan kemampuan dan kelayakannya. 

“Karena dengan mereka tidak lolos, berarti meraka sudah tidak layak. Di sisi lain, cara-cara kelompok yang tidak lolos ini juga di luar kewajaran, mereka ngotot. Sebenarnya, biasa saja saya pikir orang tidak lolos ujian,” ujarnya.

Untuk itulah, kelompok-kelompok yang terkesan ngotot mewujudkan kehendaknya agar belajar menerima kenyataan. Pada saat seleksi, ada yang lolos dan yang tidak lolos, yang sudah. Presiden saja bisa berganti. Kemarin saya ikuti ujian Hakim Ad Hoc Tipikor, tidak lulus. Bahkan teman-teman yang sudah duduk sebelumnya sebagai Hakim, Ad hoc Tipikor, tidak lulus. Itu wajar saja,” imbuhnya. 

Lanjut Lamsiang, pihaknya mengajak ke 56 orang yang tidak lolos untuk menyadari bahwa tidak harus jadi pegawai KPK, Polri atau yang lainnya. “Coba lakukan pekerjaan lain lah, tentu kan sudah punya pengalaman dan keahlian. Jangan dipikir menjadi hal yang luar biasa. Jangan mereka menganggap, hanya mereka yang mampu melakukan penindakan terhadap korupsi, buktinya ketua KPK yang baru menangkap Wakil Ketua DPR RI, padahal itu katanya yang mengangkat dia,” jelasnya lagi.

Lamsiang kembali menegaskan, jika Kapolri menerima 56 orang tersebut sebagai pegawai di Polri, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk menuntutnya. "Karena itu melukai keadilan di tengah masyarakat,"kata Lamsiang.(hot) 

Komentar Anda

Terkini