-->

Prihatin Peninggalan Sejarah, DHC 45 Minta Kembalikan 'Kemerdekaan' Lapangan Merdeka

Kamis, 18 November 2021 / 14.46

Para pengurus DHC - BPK 45 membersihkan beberapa lokasi peninggalan sejarah di Kota Medan. (Lubis/klikmetro)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan Hari Kesadaran Nasional (HKN) Dewan Harian Cabang Badan Penerus Kejuangan'45 (DHC-BPK'45) Kota Medan yang merupakan organisasi penerus cita-cita para pejuang Kemerdekaan 1945 dan tetap bersinergi serta ikut dalam mengamankan dan merawat aset-aset peninggalan sejarah. Seperti monumen, prasasti, tugu yang terdapat di Kota Medan. 

Kegiatan ini dilaksanakan, selama dua hari, dimulai Rabu hingga Kamis (17-18/11/2021) diikuti puluhan pengurus dan anggota DHC 45 di beberapa titik lokasi peninggalan sejarah. Di Jalan Sisingamangaraja Tugu Sisingamangaraja, monumen pejuang di Jalan Prof HM Yamin, Lapangan Merdeka dan beberapa lokasi lainnya.

Ketua DHC-BPPK 45 Kota Medan Usman Permadi didampingi Sekjen DHC 45 Supriadi menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan untuk meningkatkan nasionalisme dalam diri pengurus dan anggota.

"Kegiatan gotong royong dan bersih-bersih peninggalan sejarah ini selama 2 hari dilaksanakan, dan merupakan agenda rutin DHC 45. Ini juga bentuk keprihatinan kami karena banyak peninggalan sejarah kurang mendapat perawatan, bahkan nilai sejarahnya mulai hilang. Kami berharap dengan dilakukannya perawatan peninggalan sejarah, Pemerintah Kota Medan berupaya untuk dapat mengembalikan Lapangan Merdeka seperti sedia kala, agar nilai-nilai sejarah kemerdekaannya tetap terjaga,"kata Usman Permadi disela-sela kegiatan gotong royong.

Lanjutnya lagi, berdasarkan survei para pengurus, ada 32 peninggalan sejarah yang kurang terawat oleh Pemerintah Kota Medan. "Kondisi ini tak boleh dibiarkan, sehingga DHC 45 Kota Medan tetap harus berani tampil demi menjaga jiwa kepahlawanan dan patriotisme. Kita harus tetap merawat peninggalan sejarah, jangan terlupakan. Karena dengan adanya tugu dan monumen perjuangan, akan mengingatkan kita bahwa negara kita terbentuk dengan perjuangan dari pahlawan kita yang telah gugur mengorbankan jiwa dan raganya. Sejarah tak boleh kita lupakan,"katanya seraya berharap, agar Pemerintah Kota Medan tetap melakukan perawatan peninggalan sejarah, seiring dengan pembangunan kota. 

Usman menambahkan, phaknya tetap solid dan mendukung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang terus berupaya memperjuangkan Lapangan Merdeka untuk dikembalikan seperti semula agar nilai sejarahnya tidak hilang.

"Negara yang maju adalah negara yang tidak melupakan sejarah. Karena itulah, kita berharap Lapangan Merdeka ini dikembalikan fungsinya sebagai peninggalan bersejarah. Jangan karena kepentingan segelintir oknum, nilai sejarah di Lapangan Merdeka jadi hilang,"harapnya. (lubis) 

Komentar Anda

Terkini