-->

Sadis! Korban Begal Nyaris Tewas, Matanya Dicongkel

Selasa, 30 November 2021 / 10.33

Korban saat terbaring di rumah sakit. (f-int)

DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM - Nasib naas dialami Azis Ramadhan (23) yang menjadi korban begal. Warga Dusun XVII Anggrek Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, ini nyaris tewas ditangan perampok yang merampas sepeda motor, uang dan handphone (HP) miliknya.

Selain kehilangan harta benda miliknya, Azis pun sampai kini trauma dan masih menjalani perawatan pasca operasi akibat salah satu matanya dicongkel oleh pelaku yang merampoknya di Dusun Panglong, Desa Suka Mandi Hulu, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (3/10/2021) lalu sekira pukul 03.00 pagi.

Berdasar informasi yang diperoleh, Selasa (30/11/2021), pelaku yang membegal sepeda motor Honda BK 4206 ZAN adalah abang mantan pacar korban. Pelaku berinisial, AS alias Putra (28) warga Jalan Lintas Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa samping Gudang Tamora Star, Deli Serdang.

Perampokan itu berawal saat korban baru pulang "ngapel" ke rumah pacarnya, bernama Masyahrani (21) pada Sabtu malam sekira pukul 11.30 WIB.

Baru saja mengengkol sepeda motornya, dari dalam rumah sang pacar tiba-tiba muncul Putra menghadang korban yang telah permisi pada pacar serta orangtua pacarnya. "Dia bilang tunggu dulu, ayok kau antar aku ngambil gaji," kata Aziz menirukan ucapan pelaku malam itu.

Dengan berat hati karena waktu sudah larut, Aziz pun mengikuti arahan Putra. Aziz mengendarai sepeda motornya diarahkan oleh putra yang berada di boncengan belakang untuk berkeliling ke hingga ke kawasan Kampung Keling, Kecamatan Tanjung Morawa. "Alasannya mau jumpai kawannya, tapi gak ketemu lalu saya disuruh duduk di boncengan dia yang bawa kreta (sepeda motor) saya. Alasannya karena katanya saya gak tau jalannya," tutur Aziz.

Setelah beralih pengendara, pelaku membawa korban ke Simpang Kayu Besar, dekat kawasan Amplas. Disana korban dibawa menemui teman pelaku dan mengambil sebuah borgol. Selanjutnya, pelaku kembali mengendarai motor korban dan membawa korban ke kawasan sepi di TKP Dusun Panglong, Desa Suka Mandi Hulu, Kecamatan Pagar Merbau.

"Saya sudah gak enak hati karena sudah malam dan sekitar jam 3 pagi. Tapi aku malah dibawa ke tempat sepi. Terus dia berhenti dan saya disuruh turun lalu tangan saya sebelah diborgolnya," ungkap korban sembari menjelaskan bahwa pelaku bekerja sebagai Satpam di Gudang Tamora Star.

Aziz sempat terkejut dan menanyakan kenapa tangannya diborgol. "Udah diam mulut kau, kau gak tau aku ini siapa? Aku ini begal. Yaudah tiarap kau!" ucapan Putra kepada korban yang sempat menjawab kalau pelaku adalah abang kandung pacarnya.

Karena ketakutan, korban pun tiarap ke tanah. Sementara pelaku menguras uang di dompet korban sebesar Rp 330 ribu dan mengambil HP Oppo A5S milik korban. Korban berusaha melawan. Namun pelaku yang memiliki badan lebih besar menghajar korban. Pukulan yang diarahkan ke korban sempat ditangkis, namun dengan tangannya pelaku mencongkel kiri korban sampai terluka parah.

"Aku menjerit kesakitan, mataku sudah banyak menetes darah. Aku sampai lemas lalu didorong aku ke tali air aliran sungai yang airnya deras dan dalam. Hampir tenggelam aku terbawa arus," kenang Azis dengan sedih.

Begitu korban masuk ke aliran sungai, pelaku pun memastikan apakah korban sudah tenggelam dengan menerangi dan mencari keberadaan korban menggunakan lampu sepeda motor korban.

"Pas disenterinya/diteranginya pakai lampu, dia gak melihat saya karena saya masih lemas berenang ke tepian. Terus dia pergi membawa kreta, HP, uang dan helm HLTD yang saya pakai," imbuh korban.

Setelah mengumpulkan sedikit tenaganya, Aziz pun mampu naik ke permukaan. Dia menjerit dan berlari ke arah pemukiman warga. Beruntung warga disana menolongnya. "Saya ditanya orang mana, terus Kepala Desa disana mungkin ada perkumpulan sesama Kepala Desa saya jadi bisa melapor ke keluarga saya. Sekitar jam 5 subuh saya dijemput keluarga di sebuah mushala di kawasan itu," kenang korban lagi.

Dengan kondisi yang terluka parah, Sutini (48) ibu korban dan Gali membawanya untuk melapor ke Polresta Deli Serdang. "Sekitar jam 7 kami di Polres hari Minggu itu bang, terus kami visum di rumah sakit sekaligus mengobati mata si Aziz. Dia lukanya mengerikan dan kesakitan, sehingga atas nama saya selaku keluarga yang membuat laporannya,"kata kerabat korban, Gali sembari menunjukan bukti lapor Nomor :STTLP/B/410/X/2021/SPKT/Polresta Deli Serdang.

Usai membuat laporan, Aziz buru-buru dilarikan ke klinik dikawasan tempat tinggalnya. Namun dikarenakan luka dimatanya cukup parah, mereka dirujuk ke Rumah Sakit Smec di Jalan Iskandar Muda, Kota Medan.

Disana mata Aziz harus dioperasi, ibunya dan keluarganya selalu menemaninya selama 4 hari dirawat. Mereka pun terbentur dana puluhan juta untuk oprasi, apalagi baru-baru ini ayahnya baru meninggal, sehingga pihak keluarga menjual beberapa barang peninggalan ayahnya agar bisa melunasi biaya operasi.

Pelaku Begal Masih Berkeliaran

Sementara itu, Gali dan keluarga lainnya terus mengikuti prosedur yang diarahkan polisi. Hingga pemeriksaan sejumlah saksi dan lainnya telah dilakukan, namun hingga kasus itu berjalan mendekati dua bulan ini pelaku tak kunjung ditangkap.

Apalagi baru beberapa hari ini Aziz, Galih dan keluarganya mencari tau bahwa pelaku dengan nyaman berkeliaran tanpa ada rasa bersalah. Atas kejadian itu pun hubungannya mulai renggang dengan adik si pelaku. Aziz mengaku kalau pacarnya itu telah berhubungan dengan pria lain dan hal itu diketahui saat ia mencari tau ke berada an pelaku.

"Warga disana dan kerabatnya yang saya temui disana juga bilang kalau pelaku masih disana. Pacar saya udah gak datang ke rumah saya lagi, padahal dulu rajin dia datang. Saya gak pernah ke rumahnya karena kendaraan saya dibegal abangnya dan HP saya juga dibawa abangnya," kesal Azis.

Aziz dan keluarganya pun semakin sedih mengetahui pacarnya sudah pindah ke lain hati dan jalan dengan pria lain. Apalagi, trauma dan rasa takut karena pelaku tak mampu diringkus polisi. "Saya sampai sekarang masih trauma berat bang, saya gak tau lagi bagaimana. Sepertinya pelaku kebal hukum, buktinya sudah dua bulan laporan pembegalan yang hampir membuat saya mati, pelakunya tidak mampu ditangkap polisi," ucapan sedih Azis.

Bahkan sampai sekarang ini, Aziz mengaku tak nyenyak tidur. Peristiwa mengerikan itu terus menghantuinya. "Sampai gak bisa tidur selama ini. Saya pun belum dibolehkan berkerja karena kondisi mata saya ini harus cek up. Dulu saya masih bekerja, tapi karena kejadian itu saya gak bisa bekerja dan kendaraan saya juga dirampok," pungkas Aziz diamini Gali dan berharap bapak Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Demi Mandagi dan Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjutak bisa menangkap pelakunya.

Terkait laporan pembegalan itu, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi berjanji akan mengatensi kasus itu untuk memburu pelakunya. "Terimakasih, akan kami atensi untuk mencari pelakunya. Kami akan terus memaksimalkan upaya untuk menangkap pelakunya," janji Kombes Pol Yemi, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (29/11/2021) siang.

Begitupun dengan Kasat Reskimnya, AKP Kadek yang mengaku segera menindaklanjuti penanganan kasus tersebut. "Mohon waktu, Agar kami cek penanganannya ya," ucapnya. (sur/mt)

Komentar Anda

Terkini