-->

BPOM Medan: Belum Ada Temukan Kopi Mengandung Bahan Kimia Obat di Sumut

Kamis, 10 Maret 2022 / 07.34

Sejumlah merek kopi ditemukan oleh BPOM mengandung bahan kimia. (f-ist/med)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Sejumlah merek kopi yang mengandung bahan kimia obat yakni obat kuat pria dan paracetamol ditemukan di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini.

Namun saat ini, untuk di wilayah Medan dan Sumatera Utara (Sumut) hingga saat ini belum ada dijumpai kopi yang mengandung bahan kimia dan obat tersebut.

“BPOM Medan saat ini belum ada temukan kopi mengandung bahan obat kimia,” sebut Koordinator Kelompok Subtansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM di Medan Yanti Agustini pada wartawan, dikutip Kamis (10/3/2022).

Menurut Yanti, saat ini BPOM Medan tengah melakukan pengembangan dan menunggu instruksi dari BPOM pusat. “Kita hingga saat ini terus melakukan pengembangan dan menunggu instruksi pusat,” bebernya.

Seperti diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sejumlah merek kopi yang mengandung bahan kimia obat yakni obat kuat pria dan paracetamol. BPOM merinci, merek kopi tersebut yakni, Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Belum ada keterangan dari produsen kopi tersebut terkait temuan BPOM.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito mengingatkan soal bahaya penggunaan bahan kimia obat dalam produk pangan olahan. BPOM, kata dia, menemukan kopi yang mengandung Parasetamol dan Sildenafil dalam penindakan di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor.

“Bahan Kimia Obat merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan. Bahan kimia obat seperti Paracetamol dan Sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat,” kata Penny dalam keterangannya, Minggu (6/3/22).Penny menjelaskan, penggunaan Paracetamol dan Sildenafil yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat bahkan sampai menimbulkan kematian.

Kata Penny, Paracetamol dapat menimbulkan efek samping mual, alergi, tekanan darah rendah, kelainan darah, dan jika digunakan secara terus-menerus dapat menimbulkan efek yang lebih fatal seperti kerusakan pada hati dan ginjal. (nit/mist)

Komentar Anda

Terkini