-->

Geger! Dua Sapi Warga Diduga Dimangsa Harimau di Lereng Gunung Sinabung

Senin, 20 Juni 2022 / 14.09

Dua ekor sapi diduga dimangsa harimau di lereng Gunung Sinabung.(f-erwin/klikmetro)

KARO, KLIKMETRO.COM - Warga Mardingding Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Sumut, Minggu (19/6/2022) dihebohkan dengan penemuan dua ekor sapi yang diduga dimangsa oleh binatang buas di pemukiman eks Desa Mardingding. 

Untuk diketahui, Desa Mardingding merupakan salah satu desa yang direlokasi ke Siosar Kecamatan Merek dari dampak erupsi gunung Sinabung. Diduga pemangsa sapi tersebut adalah Harimau Sumatera Panthera (Tigris Sumatrae). 

Satu ekor sapi warna coklat muda ditemukan telah mati dengan daging diatas kaki belakang tidak utuh lagi. Sedangkan satu lagi sapi berwana hitam ditemukan lemas dengan penuh luka cakar dan akhirnya mati.

Sontak kejadian tersebut membuat geger dan was-was bagi warga sekitar lereng Sinabung, khususnya warga diseputaran Kecamatan Tiganderket. 

Mendapat informasi terkait adanya dugaan hewan buas jenis harimau sumatera telah memangsa sapi, Kapolsek Payung Iptu Julianto Tarigan beserta personil lainnya langsung turun kelokasi. Dan berkordinasi dengan pihak tim Balai Besar KSDA Sumut.

Menurut Kepala BBKSDA Sidikalang Tuahman Tarigan, mengaku pihaknya setelah menerima laporan dari masyarakat pihaknya langsung bergerak ke lokasi.

"Giat hari ini terkait adanya konflik Harimau Sumatera di Desa Mardinding,Kec.Tiga Nderket Kab.Karo kami telah berkordinasi dengan Kapolsek Tiga Nderket dan Kepala Desa Mardinding, selain telah mengencek lokasi kuburan sapi korban Harimau Sumatera yang sudah ditanam masyarakat kami juga telah sosialisasi ke masyarakat setempat. Besok rencana tim turun kembali ke TKP utk mendalami kasus munculnya harimau sumatera di Desa Mardinding," ujar Tuahman.

Di lain tempat, menurut Ketua DPD  Walantara Karo Daris Kaban selaku aktivis pemerhati lingkungan menduga hal ini dikarenakan  habitatnya telah terancam, dampak dari maraknya aksi perambahan hutan secara liar dikawasan hutan konservasi Tahura yang berbatasan dengan kawasan hutan TNGL (taman nasional gunung leuser).

"Jelas terlihat bahwa saat ini keberadaannya sangat memprihatinkan akibat luasnya kawasan hutan yang telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian dan perkebunan," ucapnya prihatin.

Dia menambahkan, diharapkan kepada warga yang kerap beraktifitas disekitar lokasi kususnya di sekitar lereng sinabung, agar tetap waspada dan ber hati-hati.

"Karena patut kita duga bahwa keberadaan harimau sumatera tersebut masih belum jauh berpindah tempat. Kita juga berharap agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah-langkah strategis dalam memulihkan kembali kawasan hutan yang telah beralih fungsi. Demi menghindari korban materi dan korban jiwa dari serangan binatang buas yang habitatnya terancam punah," harap Daris. (erwin)

Komentar Anda

Terkini