-->

Tunangan Terhambat, Paman Lampiaskan Dendam pada Bocah SD

Selasa, 09 Agustus 2022 / 20.14

Sukoni, ayah Ragil meratapi kepergian putranya yang tewas dibunuh oleh kerabatnya.(f-ist)

DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM - Suasana duka menyelimuti keluarga Ragil (12), korban yang tewas dibunuh oleh pamannya, Selasa (9/8/2022).

Sukoni (47), ayah korban tampak berlinang air mata disamping jenazah anaknya. Harapannya untuk masa depan sang anak pupus sudah. Cita-cita Ragil yang ingin menjadi tentara telah kandas akibat kekejaman sang paman.

Bersimbah airmata, Sukoni mengatakan kalau putra bungsunya itu semangat belajar di sekolah dan tempatnya mengaji.

Ia juga menerangkan kalau siswa sekolah dasar kelas 6 itu bercita-cita menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Di dinding ruang tamu rumah, terpajang foto almarhum Ragil yang memakai seragam lengkap Tentara cilik lengkap dengan senjata api main-mainan. 

Sang ayah lalu beringsut ke arah dinding, kakinya jinjit menggapai foto berukuran jumbo yang telah dibingkai putih. Sembari memegang foto, Sukoni lalu mendekat ke jenazah anaknya.

"Dia memang cita-citanya menjadi Tentara," tangis Sukoni.

Namun, cita-cita Ragil pupus. Saat sedang belajar menimba ilmu di sekolah, pamannya berinisial R (32) datang ke dalam ruang kelas dan langsung menikami korban hingga tewas.

"Pelakunya masih famili, ada gangguan dia, tapi bukan gangguan jiwa lis merah," kata ayah korban.

Menurutnya, ada persoalan keluarga yang membuat pelaku sakit hati dan menjadikan anaknya sasaran pelampiasan. Tapi, Sukoni tidak menjelaskan persoalan keluarga secara terperinci.

"Jadi ada dia mau tunangan, jadi terhentak (terhalang) sama orangtuanya," kata ayah korban.

Atas kejadian ini, keluarga korban berharap agar polisi segera menangkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya.

"Nyawa balas nyawa, kalau dalam agama mencuri dipotong tangannya," harapnya.

Jenazah korban dikebumikan pada Selasa sore ini setelah salat Ashar.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa ini terjadi di sekolah Ragil Yayasan Baiti Jannati, Jalan Murai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (9/8/2022) sekira pukul 07.30 wib, ketika dia mengikuti pelajaran didalam kelas.

Saat membuka buku dan membaca ayat-ayat pendek Alquran, tiba-tiba pelaku bernama Rahmad menerobos masuk ke dalan kelas. Lalu dengan gerakan cepat menikam bocah itu didepan guru dan siswa lainnya 

Ragil roboh ke lantai bersimbah darah. Suasana kelas pun sontak panik diiringin jerit dan tangis murid-murid yang ketakutan. Rahmat langsung kabur melarikàn diri, tanpa sempat dicegah pihak sekolah.

Hingga saat ini pihak Polsek Medan Sunggal yang menangani kasus tersebut masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.  (hot)

Komentar Anda

Terkini