-->

Harga BBM Naik, Masyarakat Makin Resah

Sabtu, 03 September 2022 / 18.42

Foto ilustrasi.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo bersama Menteri KEuangan dan Menteri ESDM menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Istana Presiden dan secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM, Sabtu (3/9/2022).

“Mestinya uang negara itu diprioritaskan untuk subsidi masyarakat yang kurang mampu. Dan pemerintah saat ini harus buat keputusan dalam situasi sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM.  Sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini dapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” kata Presiden  Jokowi dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif merinci harga BBM yang naik antara lain: Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter. Pertamax non subsidi dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter.

“Ini berlaku 1 jam sejak saat diumumkan penyesuaian harga ini. Berlaku pukul 14.30 WIB,” ungkap Arifin.

Terkait kenaikan harga BBM, masyarakat pun makin resah. Hal itu lantaran kenaikan BBM akan berdampak ke sektor lain, seperti naiknya biaya angkutan dan lainnya. Saat ini juga masyarakat diresahkan dengan mahalnya harga cabai, harga beras naik, begitu juga harga telur. 

Keresahan ini diutarakan Irma Suryani, ibu rumah tangga yang berdomisili di Marelan. Bagaimana tidak, dia memiliki 5 anak yang masih sekolah dan semuanya butuh biaya transportasi setiap hari. Sedangkan penghasilan suaminya yang merupakan driver ojek online hanya pas-pasan. Irma juga kuatir kenaikan BBM akan disertai juga kenaikan Tarif Daya Listrik (TDL) dan rekening air.

''Makin susahlah kalau kekgini, penghasilan pas pasan, tapi biaya hidup tinggi. Meski pun pemerintah katanya memberikan kompensasi Rp 150 ribu bagi warga tidak mampu, itu tidak akan cukup. Lebih baik tak ada kompensasi, tapi harga sembako, bbm semuanya normal,''kata wanita paruh baya ini.

Di sisi lain, Anto warga Medan menilai, tidak ada urgensinya pemerintah menaikkan harga Pertalite dan solar pekan ini. Pasalnya, kenaikan harga Pertalite menjadi Rp10.000 dan solar menjadi Rp8.500 sudah pasti akan menyulut kenaikan harga-harga alias inflasi.

"Rakyat miskin yang tidak pernah menikmati subsidi BBM lantaran tidak punya kendaraan bermotor juga harus berkorban akibat kenaikan harga BBM subsidi,dengan terkereknya harga harga bahan pokok lainnya. Lihat saja... harga telur pun sudah ikut ikutan naik. Padahal,Presiden Jokowi mengatakan opsi kebijakan yang akan dipilih terkait subsidi BBM adalah tidak memberatkan beban rakyat miskin, tapi imbas kenaikan ini semua sektor akan naik,''kata Anto.(mar)


Komentar Anda

Terkini