MEDAN, KLIKMETRO.COM - Masyarakat di Daerah Pemilihan V (lima) Kota Medan yang meliputi enam kecamatan, diantaranya Kecamatan Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Johor, Medan Polonia dan Medan Maimun, mengeluhkan kondisi drainase yang mengakibatkan banjir.
Permasalahan ini yang paling sering disampaikan masyarakat kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Medan Dhiyaul Hayati SAg MPd saat melaksanakan reses Masa Sidang II Tahun IV TA 2023 selama 4 hari di lokasi terpisah, Kamis hingga Minggu (18-21/5/2023).
![]() |
| Dhiyaul Hayati berfoto bersama konstituen dan warga saat melaksanakan reses. (ft-ist) |
Seperti disampaikan Fatimah saat menghadiri Reses Dhiyaul Hayati di Medan Maimun. Warga Jalan Bahagia Gang Amal Kecamatan Medan Maimun ini mengharapkan Pemerintah Kota Medan melakukan perbaikan drainase di gangnya karena sudah rusak sehingga kerap banjir jika hujan. Di kesempatan itu juga, warga menyampaikan agar drainase dilebarkan di Gang Warna Kelurahan Sukaraja Kecamatan Medan Maimun supaya tidak terjadi banjir. Karena jika hujan maupun banjir kiriman, air masuk ke rumah warga. Sebelumnya ada besi dan riol untuk menahan banjir, namun setelah dicuri dan diganti dengan yang lebih kecil dan sudah di batubata, tak mampu menahan luapan air.
Permasalahan sama pun diungkapkan Musnijar, warga Kecamatan Medan Polonia di Reses Dhiyaul Hayati. Dia menyebutkan di Jalan Antariksa pembuatan/perbaikan drainase masih sebelah jalan, sedangkan sebelah lagi belum selesai. Selain itu juga Jalan Starban Gang Setia kondisi jalannya rusak dan perlu diperbaiki.
![]() |
| Kepling III Kelurahan Pangkalan Mansyur Kecamatan Medan Johor menyampaikan aspirasi saat menghadiri reses Anggota DPRD Medan dhiyaul Hayati. (ft-maria/klikmetro) |
Sementara saat reses di Kecamatan Medan Johor, tepatnya di Jalan Karya Jaya, Gang Karya 7, permasalahan drainase disampaikan oleh Kepala Lingkungan III Kelurahan Pangkalan Mansyur Kecamatan Medan Johor. Kepling menyebutkan, perlu dilakukan pengorekan drainase dan pengaspalan di lingkungan 3 Jalan Karya Jaya Gang Karya 7. Tak hanya itu, di Lingkungan 2 juga sering banjir dan diharapkan dilakukan crossing parit langsung ke aliran Sungai Deli karena parit di Jalan AH Nasution hanya berfungsi di sebelah jalan saja.
Di kesempatan sama, kepling pun meminta agar bantuan pemerintah melibatkan kepala lingkungan untuk verifikasi penduduk sehingga bantuan menjadi tepat sasaran. Senada pun disampaikan Rukiyah Nasution, warga Jalan Karya Jaya Lingkungan 12 yang menyoalkan bantuan pemerintah seperti BLT, PKH yang dinilainya tidak merata ke masyarakat.
![]() |
| Warga antusias menyampaikan aspirasi dalam reses Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati. (ft-ist) |
Sedangkan Ibu Mardiah, warga Jalan Karya Jaya meminta agar dibuat trotoar untuk pejalan kaki di Jalan Karya Jaya. Hal itu lantaran setelah Jalan Karya dibeton seolah tak ada lintasan aman bagi pejalan kaki. Sedangkan parit menganga di kiri dan kanan jalan, sehingga pejalan kaki harus ekstra hati-hati agar tak masuk parit.
Menjawab masalah yang disampaikan masyarakat, Dhiyaul mengatakan, aspirasi masyarakat nantinya akan disampaikan dalam musrenbang dan di paripurna DPRD Medan untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Medan.
"Aspirasi masyarakat merupakan masukan yang sangat berharga untuk perkembangan Kota Medan. Itu sebabnya hasil reses akan disampaikan eksekutif melalui paripurna DPRD Medan agar ditindaklanjuti melalui seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan,"jelas legislator Dapil V ini.
Sebelumnya, memulai kegiatan reses, Dhiyaul memaparkan fungsi anggota dewan ada tiga, yakni fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan. Legislasi yaitu, menyerap aspirasi masyarakat menjadi keputusan-keputusan politik yang nantinya dilaksanakan oleh pihak eksekutif (pemerintah). Seperti membuat peraturan daerah (perda).
Selanjutnya fungsi budgeting yaitu membuat anggaran. Fungsi ini berkaitan dengan kemampuan dewan mendistribusikan anggaran sesuai skala prioritas yang secara politis telah ditetapkan. Ketiga fungsi pengawasan. Fungsi ini berkaitan dengan upaya untuk memastikan pelaksanaan keputusan politik yang telah diambil tidak menyimpang dari arah dan tujuan yang telah ditetapkan.
"Kegiatan reses ini untuk menyerap aspirasi masyarakat. Apa saja persoalan yang dialami, kemudian sampaikan kepada kami selaku wakil rakyat,''kata Dhiyaul seraya menambahkan, jika hanya lampu jalan mati bisa diganti, namun kalau bangun tiang harus dianggarkan terlebih dahulu.
"Saat ini APBD 2024 sudah masuk pokok pikiran (pokir) kita di Bulan Maret lalu. Hanya bisa dicek apakah yang diusulkan sudah masuk dalam APBD 2023 atau RAPBD 2023/2024. Pada Juni 2023, Kebijakan Umum APBD (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2024 akan masuk ke DPRD. Kalau nantinya tak ada dalam APBD 2023 atau Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2024, dalam Perubahan APBD 2023 dan 2024 akan coba diperjuangkan,"jelasnya.
Selain drainase, warga juga menyampaikan berbagai permasalahan yang terkait dengan infrastruktur dan pelayanan publik. Seperti pelayanan kesehatan, pengurusan administrasi kependudukan, BPJS kesehatan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan lainnya.
Adapun reses Dhiyaul Hayati digelar selama 4 hari untuk menyerap aspirasi warga. Dimulai pada Kamis, 18 Mei 2023 di Jalan Keluarga Lingk. IX Kelurahan Asam kumbang Kecamatan Medan Selayang. Selanjutnya, Jumat 19 Mei 2023 di Masjid Al Mukhlish Jalan Bahagia Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.
Sabtu, 20 Mei 2023 Lapangan samping kantor DPC PKS Polonia Jalan Antariksa Gang Pipa 4, Kelurahan Sarirejo Kecamatan Medan Polonia. Kemudian dilanjutkan di hari yang sama di Jalan Karya Jaya Gang Karya VII Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor.
Pada Mingggu (21/5/2023) berlangsung di 2 lokasi terpisah, Jalan Bilal Depan Gang Keluarga Kelurahan Sarirejo Kecamatan Medan Polonia dan di Masjid Al Haudh Jalan Bunga Rinte Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan. (mar)



