Awal Tahun 2026, Pemdes Secanggang Gelar Rakor Evaluasi Kinerja dan Anggaran Desa

Jumat, 02 Januari 2026 / 19.46

Kepala Desa Secanggang, T. Syaiful Anhar (foto) melaksanakan Rapat Koordinasi awal tahun 2026, Jumat (2/1/2026). (ft-ist)

LANGKAT, KLIKMETRO.COM - Pemerintah Desa (Pemdes) Secanggang, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) awal tahun 2026, Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penegasan arah pembangunan desa ke depan.

Rakor tersebut dihadiri oleh seluruh perangkat desa, mulai dari Kaur, Kasi, hingga Kepala Dusun (Kadus). 

Dalam suasana yang terbuka dan penuh refleksi, Kepala Desa Secanggang, T. Syaiful Anhar, menyampaikan sejumlah hal penting terkait evaluasi kepemimpinan, kondisi anggaran desa, serta tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kades T. Syaiful Anhar secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh perangkat desa dan para Kadus atas sikap maupun tutur kata yang dinilai kurang berkenan selama satu tahun terakhir dalam pelaksanaan tugas pemerintahan desa.

“Jika selama bekerja bersama ada perilaku atau ucapan saya yang menyinggung perasaan, saya mohon dimaafkan. Kita semua bekerja untuk tujuan yang sama, yaitu membangun Desa Secanggang,” ujarnya.

Selain itu, Kades juga menyampaikan informasi terkait penurunan signifikan pagu Dana Desa (DD) untuk Desa Secanggang pada tahun 2026.

Disebutkan, alokasi DD mengalami penurunan dari sebelumnya sekitar Rp 1,564 miliar menjadi Rp 373 juta.

Menurutnya, keputusan pemerintah pusat tersebut harus disikapi secara bijak. Ia menilai besarnya anggaran tidak selalu berbanding lurus dengan manfaat jika dalam pelaksanaannya justru menimbulkan persoalan di lapangan.

“Untuk apa Dana Desa besar jika tidak benar-benar bermanfaat bagi warga. Faktanya, DD yang besar sering menimbulkan masalah dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban,” ungkapnya.

Bahkan, secara pribadi ia menilai pengelolaan Dana Desa kerap menempatkan pemerintah desa pada posisi yang sulit, karena banyaknya pengeluaran yang dinilai tidak tepat sasaran namun tetap harus dipertanggungjawabkan secara administrasi.

Meski demikian, Kades menegaskan bahwa turunnya Dana Desa tidak boleh melemahkan semangat membangun. Ia menekankan bahwa Dana Desa bukanlah tujuan utama dirinya menjabat sebagai kepala desa.

“Visi dan misi saya sejak awal adalah membangun desa tempat kelahiran saya dan kampung halaman ibu saya. Jika seluruh keluarga yang memiliki keterikatan dengan Desa Secanggang ikut berkontribusi, saya yakin dalam 5 hingga 10 tahun ke depan desa ini bisa mandiri,” katanya.

Dalam arahannya, Kades juga menyoroti tantangan perubahan pola pikir (mindset) sebagian masyarakat yang dinilai masih bergantung pada bantuan.

“Tugas kita berat, karena masih ada pola pikir yang ingin terus mendapat perhatian dengan cara berpura-pura menjadi orang susah. Bahkan, kadang yang berpura-pura lebih keras daripada yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Ia turut mengenang nilai-nilai masa lalu, di mana pengakuan sebagai orang susah dianggap tabu, karena diyakini sebagai bentuk doa terhadap diri sendiri. Menurutnya, pergeseran peran ulama, orang tua, dan cendekiawan dalam membentuk karakter masyarakat kini semakin terasa di tengah perkembangan teknologi.

Menutup arahannya, Kades T. Syaiful Anhar berharap seluruh perangkat desa dapat terus bersinergi dan berbuat yang terbaik demi kemajuan Desa Secanggang.

“Mari kita lakukan yang terbaik untuk desa kita ini, sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab masing-masing,” pungkasnya. (ks)
Komentar Anda

Terkini