![]() |
| Mendagri Tito Karnavian meninjau lokasi terdampak bencana di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kab. Tapteng, pada Sabtu (24/1/2025). (ft-rizki/klikmetro) |
TAPTENG, KLIKMETRO.COM - Mendagri Tito Karnavian menegaskan upaya pemulihan bencana di Tapanuli Tengah (Tapteng) dilakukan secara gotong-royong dengan melibatkan semua pihak secara berkordinasi.
Penegasan itu disampaikan Tito kepada sejumlah awak media di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kab. Tapteng, pada Sabtu (24/1/2025)
Orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri itu meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Tapteng, dalam rangka progres pemulihan bencana banjir bandang dan longsor khususnya di Desa Hutanabolon.
Hutanabolon sendiri menjadi salah satu desa terparah terdampak bencana pada 25 November 2025 lalu.
Didampingi Gubsu Bobby Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Tito meninjau progres pemulihan bencana di lokasi mulai dari Posko Pengungsian, sekolah darurat, normalisasi Sungai Aek Harse dan jembatan gantung (Rambing) yang membentang sepanjang 50 meter diatas Sungai Aek Harse.
Pasca peninjauan, Tito menyebut, pemulihan daerah terdampak bencana tidak dilakukan sendiri-sendiri oleh pemerintah daerah.
Semua institusi pemerintah terlibat langsung dalam kegiatan pemulihan daerah pasca bencana di Tapteng, baik TNI, Polri, Pemerintan daerah hingga para relawan.
"Semua gotong-royong membantu pemulihan Tapanuli Tengah, ada TNI, Polri dan para relawan ikut terlibat membantu proses pemulihan pascabencana," katanya.
Usai meninjau lokasi terdampak banjir bandang dan longsor, di Tukka, Mendagri Tito melanjutkan agenda kunjungannya ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas, Tapteng. (rizki)
