Belajar Dari Pengalaman, Rico Waas Siapkan Langkah Strategis Menghadapi Bencana Banjir

Jumat, 20 Februari 2026 / 10.31

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sebuah sesi podcast bersama dengan kantor berita Antara dengan mengangkat tema "Mitigasi Bencana", Kamis (19/2/2026). (Foto : Dinas Kominfo Medan)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Persoalan banjir dan infrastruktur masih menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi Pemko Medan. Oleh sebab itu dibutuhkan langkah-langkah strategis dan evaluasi secara mendalam guna mengatasinya.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sebuah sesi podcast bersama dengan kantor berita Antara dengan mengangkat tema "Mitigasi Bencana" di Studio Kantor Antara Sumut, jalan Raden Saleh, Kamis (19/2/2026).

Rico Waas mengungkapkan saat terjadinya cuaca ekstrem yang melanda seperti hujan, dirinya akan langsung melakukan koordinasi cepat dengan Perangkat Daerah terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemantauan secara spesifik.

Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan memastikan kondisi cuaca di area pegunungan untuk memprediksi debit air yang akan turun ke kota. Lalu melihat perubahan warna air sungai menjadi alarm awal untuk mendeteksi potensi banjir kiriman, serta laporan real-time dari setiap kecamatan dikumpulkan untuk memastikan titik kenaikan air dan keamanan proses evakuasi warga.

"Kami wajib menyiapkan sistemnya, kita memantau kondisi cuaca yang terjadi, lalu bagaimana evakuasi yang perlu dilakukan bila terjadi banjir dan kemana warga harus dievakuasi, itu semua sudah ada sistemnya,"kata Rico Waas mengingat pentingnya penajaman sistem berdasarkan pengalaman lapangan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Rico Waas juga mengungkapkan penanganan masalah banjir ini sudah masuk dalam perencanaan Musrenbang dan program di Dinas SDABMBK, namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap. 

Selain itu, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga menyoroti ​beberapa wilayah yang menjadi fokus perbaikan meliputi Medan bagian Utara seperti Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Deli.

"Tentunya pengerjaan dilakukan secara bertahap merujuk pada integrasi penanganan perbaikan parit tersumbat yang sering menjadi pemicu terjadinya banjir lokal,"ujar Rico Waas.

Saat di singgung mengenai penyebab dominan terjadinya banjir, Rico Waas menjawab bahwa ini adalah akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkaitan seperti pendangkalan sungai yang membutuhkan normalisasi, persoalan tumpukan sampah yang menghambat aliran air serta dibutuhkan pelebaran kapasitas sungai sehingga mampu menampung debit air yang terus meningkat.

"Walaupun penanganan sungai secara regulasi berada di bawah wewenang pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), namun kami menekankan bahwa Pemerintah Kota juga terus mendorong koordinasi dan komitmen bersama demi mencari solusi permanen mengatasi persoalan banjir ini,"ungkap Rico Waas.

Dibagian akhir sesi Podcast itu, Rico Waas mengatakan seluruh Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemko Medan ikut dilibatkan dalam proses mitigasi bencana.

"Jadi bila terjadi lagi bencana kita sudah siap, termasuk yang ada di kewilayahan harus memiliki standar SOP guna meningkatkan kewaspadaan,"pungkasnya. (mar)

Komentar Anda

Terkini