Wagub Sumut Bersama Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang Kepok Keling ke Malaysia

Jumat, 27 Februari 2026 / 20.02

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mendampingi Menteri Perdagangan RI Budi Santoso meresmikan Pusat Konveksi dan pelepasan Ekspor Pisang Kepok Keling di Pasar Kain Pasar Baru Kecamatan Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi. Jumat (27/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kunjungan kerja dalam rangka memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di bulan Ramadhan dan Idulfitri 1447 H. (Foto : Dinas Kominfo Sumut)

TEBING TINGGI, KLIKMETRO.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya bersama Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso melepas ekspor 9 ton pisang kepok keling ke Malaysia dengan nilai sekitar Rp270 juta. Pelepasan ini menandakan produk pertanian rakyat Sumut mampu bersaing di pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Wagub Sumut Surya pada Pelepasan Ekspor Pisang Kepok Keling ke Malaysia dan Peresmian Pusat Konveksi Pasar Kain di Pasar Baru Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi, Jumat (27/2/2026).

“Ini mungkin terlihat sebagai satu pengiriman, tetapi sesungguhnya ini adalah pesan kuat bahwa produk pertanian rakyat Sumatera Utara mampu bersaing di pasar internasional. Ekspor bukan hanya soal mengirim barang ke luar negeri. Ekspor adalah tentang menjaga kualitas, kontinuitas produksi, standar mutu, serta kepercayaan mitra dagang,” ujarnya.

Karena itu, Pemprov Sumut terus mendorong hilirisasi sektor pertanian agar nilai tambah tidak berhenti pada produk mentah, tetapi berkembang menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Surya menyebutkan, kinerja ekspor Sumut juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor mencapai lebih dari US$12,3 miliar atau meningkat sekitar 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kerja keras petani, pelaku usaha, serta dukungan kebijakan yang tepat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong ekspor komoditas unggulan daerah secara berkelanjutan, memperkuat hilirisasi pertanian dan agroindustri, serta mengembangkan sentra industri kecil dan konveksi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan, terkait pelepasan ekspor tersebut, Kementerian Perdagangan memiliki program UMKM Bisa Ekspor. Program ini mengoordinasikan pelaku usaha yang berpotensi ekspor melalui business matching.

“Setiap hari ada business matching, di sana pelaku UMKM melakukan persentase dan bisa dicarikan buyer. Ada 1.200 UMKM yang sudah transaksi US$134,8 juta. Hampir 70% UMKM yang ikut business matching belum pernah ekspor,” katanya.

Mendag menambahkan, program tersebut menjadi salah satu cara agar roda ekonomi berjalan dengan baik. Ia juga mengajak seluruh pemerintah daerah mendukung UMKM Bisa Ekspor agar pelaku UMKM mampu bertahan di dalam negeri sekaligus berkompetisi di pasar global.

Walikota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih mengatakan, momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol bahwa produk lokal Kota Tebingtinggi mampu menembus pasar internasional. Dukungan dan perhatian dari Kementerian Perdagangan menjadi energi baru bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing produk daerah.

“Kami meyakini sinergi antara penguatan sektor pangan olahan melalui eskpor keripik pisang mempererat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam membangun eksositem perdagangan yangs ehat, modern, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (mar)

Komentar Anda

Terkini