Idul Fitri Hari Kemenangan dan Kegembiraan Bagi Seluruh Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 / 22.49

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS, melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Lapangan Bola Kaki Sei Semayang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Sunggal, Sabtu (21/3/2026). (Foto Diskominfostan Deli Serdang)

DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM - Idul Fitri merupakan hari kemenangan yang harus dimaknai dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Idul Fitri juga menjadi hari kegembiraan. Namun, kegembiraan itu hendaknya tidak hanya dirasakan oleh sebagian orang, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu. 

"Oleh karena itu, zakat fitrah menjadi sarana agar seluruh umat dapat merasakan kebahagiaan di hari yang suci ini," ujar khatib, Dr H Al Ahyu MA dalam ceramahnya pada Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang di Lapangan Bola Kaki Sei Semayang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Sunggal, yang dihadiri Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS, Sabtu (21/3/2026).

Pada salat yang juga dihadiri Sekretaris Daerah Deli Serdang, Dedi Maswardy SSos MAP; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Deli Serdang, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan; Ketua Dharma Wanita Persatuan Deli Serdang, Ny Nurbaiti Dedi Maswardy; para pejabat Pemkab Deli Serdang; Camat Sunggal, Danang Purnama Yudha SSTP MSi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala desa se-Kecamatan Sunggal dan lainnya itu, Khatib juga mengingatkan berakhirnya Ramadan bukan berarti berakhir pula amal ibadah. 

Justru, bulan suci tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsistensi dalam beribadah di bulan-bulan berikutnya.

"Ramadan adalah madrasah bagi kita untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Tanda diterimanya amal ibadah adalah semakin meningkatnya kualitas ibadah setelah Ramadan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Khatib mengajak masyarakat Deli Serdang untuk memperkuat tiga dimensi kehidupan, yakni spiritual, sosial, dan empati.

Dalam dimensi spiritual, masyarakat diharapkan tetap memakmurkan masjid dan menjaga ibadah. Dalam dimensi sosial, Idul Fitri menjadi momentum mempererat silaturahmi di tengah keberagaman. Sementara dalam dimensi empati, zakat dan kepedulian sosial menjadi wujud nyata kebersamaan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan Salat Idul Fitri tahun ini dipusatkan di satu lokasi. Tahun lalu, kegiatan serupa dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Percut Sei Tuan dan Hamparan Perak.

Melalui pelaksanaan Salat Idul Fitri di kecamatan diharapkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, kebersamaan, serta semangat religius terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat, sejalan dengan upaya mewujudkan Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.

Nurhayati, warga Sei Semayang, menilai Salat Idul Fitri tersebut mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

"Ini menjadi momen yang sangat baik. Kami bisa merasakan kebersamaan secara langsung dengan pemerintah," tuturnya.

Nurhayati juga berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan secara bergilir di kecamatan lain agar semakin banyak masyarakat yang merasakan kebersamaan tersebut.

“Semoga ke depan bisa merata, agar semua masyarakat merasakan kebersamaan ini," harapnya. (lbs)

Komentar Anda

Terkini