MEDAN, KLIKMETRO.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution menerima piagam penghargaan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), sekaligus menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian Balai Latihan Mitigasi Bencana bagi masyarakat di daerah rawan bencana.
Penghargaan tersebut diserahkan saat Gubernur menerima audiensi Kepala Kantor Basarnas RI Kelas A Medan, Hery Marantika, bersama rombongan di ruang kerjanya, Lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (30/3/2026). Penghargaan diberikan atas dukungan Pemprov Sumut dalam Operasi SAR Darurat Bencana Hidrometeorologi di wilayah Sumut.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Bobby Nasution mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada Pemprov Sumut. Namun menurutnya, pemerintah daerah juga patut berterima kasih atas sinergi berbagai pihak dalam penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pascabencana, sehingga pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Perbincangan antara Gubernur dan Kepala Basarnas Medan turut menyoroti pentingnya peningkatan pengetahuan kebencanaan dan mitigasi, termasuk langkah siaga, pencegahan, serta validasi data korban dan kerusakan sebagai bagian dari upaya antisipasi ke depan.
“Ini menjadi pelajaran, agar pelatihan kebencanaan itu menjadi perhatian penting bagi kepala daerah. Saya sarankan agar Balai Pelatihan ini kalau mau dibuka, bisa diutamakan untuk perangkat desa seperti kepala dusun/kepala lingkungan dan kepala desa/lurah,” jelasnya.
Menurut Gubernur Bobby, perangkat pemerintah di tingkat paling dekat dengan masyarakat merupakan garda terdepan yang memahami kondisi wilayahnya. Dengan bekal pengetahuan mitigasi bencana, mereka diharapkan mampu mendorong langkah antisipatif sejak dini sekaligus responsif terhadap berbagai kemungkinan.
“Untuk mengapresiasi itu, bisa kita pertimbangkan nanti ada semacam insentif atau tambahan setelah mereka (perangkat desa) mengikuti dan mendapatkan sertifikat pelatihan kebencanaan atau mitigasi bencana. Sedangkan untuk sarana pelatihan, kita (Pemprov Sumut) juga siap mendukung dan membantu untuk pembangunan balai latihan,” jelas Gubernur Bobby.
Ia menambahkan, dukungan tersebut juga dilandasi kebutuhan akan validasi data korban bencana yang lebih akurat. Selama ini, perbedaan data antara perangkat desa, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait kerap terjadi.
“Sebenarnya kita (Pemprov Sumut) ingin sekali secepatnya menyampaikan bantuan ke lokasi terdampak bencana. Karena itu kita ingin validasi data korban bencana bisa lebih cepat diterima. Sehingga langkah mitigasinya juga lebih cepat dan tepat sasaran,” sebut Bobby, yang mendukung penuh upaya pelatihan kebencanaan bagi masyarakat, khususnya perangkat pemerintah terdekat.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas RI Kelas A Medan, Hery Marantika, menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Sumut dalam penanganan bencana, khususnya pada kejadian November 2025 yang dinilai sangat responsif.
“Karena waktu itu Gubernur Sumatera Utara cepat tanggap dalam memitigasi bencana. Jadi saya menyampaikan pesan dari Kepala Basarnas RI (Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i), berupa penghargaan ini. Kami berharap bisa mendirikan balai pelatihan kebencanaan, terutama untuk 18 daerah yang terdampak bencana. Pesertanya juga bisa dari masyarakat biasa atau relawan,” ungkapnya.
Hery juga menilai kolaborasi lintas instansi dalam penanganan hingga pemulihan pascabencana di Sumut memberikan kesan positif bagi Basarnas.
“Pengalaman di lapangan, keakraban bersama Gubernur dan jajaran, saling sinergi, saling mendukung, itu yang berkesan bagi kami. Karenanya pertemuan ini juga yang kami harapkan,” pungkasnya.
Turut hadir mendampingi Gubernur Sumut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Basarin Tanjung, Kepala Biro Adpim Ady Putra, Kepala Satpol PP Muttaqien Hasrimy, Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Sumut Porman Juanda, serta Sekretaris BPBD Sumut Herianto. (mar)
