![]() |
| Anggita DPRD Medan Reza Pahlevi dan surat pengaduan masyarakat (inzet foto). |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Puluhan warga Kelurahan Besar, Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, secara resmi melayangkan surat pengaduan ke DPRD Kota Medan. Warga menuntut agar Kepala Lingkungan (Kepling) VIII dan IX segera diganti karena dinilai tidak peduli terhadap aspirasi dan kenyamanan masyarakat setempat.
Keresahan ini memuncak setelah Kepling IX diduga mengambil keputusan sepihak dengan menjebol tembok kompleks PT SAN/KPBN. Tembok tersebut kini dijadikan akses umum untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, yang menurut warga, justru mengganggu keamanan dan ketenangan lingkungan mereka.
Dalam surat yang ditandatangani puluhan warga tersebut, Kepling dituding tidak memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) serta sering mengabaikan koordinasi dengan warga. Atas dasar itulah, masyarakat meminta Wali Kota Medan dan DPRD Medan segera bertindak tegas untuk mengganti kedua Kepling tersebut.
Di sisi lain, Kepling VIII, Dani, memberikan klarifikasi pada Senin (30/3/2026). Ia mengklaim bahwa pembongkaran tembok dilakukan justru atas permintaan sebagian warga lainnya yang menemuinya di Masjid BKM untuk memudahkan akses jalan.
Menanggapi konflik ini, Ketua Komisi I DPRD Medan, Reza Pahlevi Lubis, meminta pihak kecamatan dan kelurahan tidak tinggal diam.
"Kami meminta Camat dan Lurah segera menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut. Camat harus mampu mengakomodasi serta mencari solusi terbaik bagi warganya," tegas Reza. (mar)
