Medan Berbenah Jadi Destinasi Dunia, Dispar dan PWPM Perkuat Sinergi Promosi Wisata

Selasa, 12 Mei 2026 / 16.09

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggia Batubara saat menerima audiensi Pengurus PWPM yang dipimpin Muhammad Edison Ginting, Selasa (12/5/2026). (Foto : Istimewa)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Pemerintah Kota Medan terus bergerak cepat mengubah citra Medan dari sekadar kota transit menjadi destinasi tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Fokus ini menjadi pembahasan utama dalam audiensi Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) ke Dinas Pariwisata Kota Medan, Selasa (12/5/2026).

Kedatangan pengurus PWPM periode 2026-2029 yang dipimpin oleh Muhammad Edison Ginting disambut langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, S.S.T.P., M.M., didampingi Sekretaris Dinas, T. Roby Chairi, S.IP., M.Si.

Ketua PWPM, Muhammad Edison Ginting, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menindaklanjuti instruksi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, agar organisasi profesi bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kami ingin berkolaborasi dalam mengekspos kegiatan Dinas Pariwisata dan membantu mempromosikan destinasi unggulan agar Medan lebih dikenal luas," ujar Edison yang hadir didampingi Sekretaris Irwan Manalu, Bendahara Zulfina, serta jajaran pengurus lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadispar Medan, Odi Batubara, menyambut baik kehadiran PWPM sebagai mitra strategis. Ia mengakui pentingnya komunikasi satu pintu dengan media untuk mempublikasikan progres pembangunan pariwisata secara efektif.

"Kami sangat terbuka terhadap saran dan kritik. Saat ini, beberapa infrastruktur ikonik seperti revitalisasi Lapangan Merdeka dan Gedung Warenhuis telah selesai. Ini momentum bagi kita untuk menggenjot ciri khas Kota Medan guna menarik minat wisatawan," kata Odi.

Transformasi Strategi Promosi

Dalam diskusi tersebut, Odi menekankan pergeseran paradigma dalam menyelenggarakan acara (event). Menurutnya, setiap event bukan sekadar hiburan, melainkan aset produksi untuk konten promosi ke luar daerah.

"Event adalah bahan promosi. Tujuannya agar kita punya konten yang bisa 'dijual' ke luar kota hingga mancanegara. Kita tawarkan wisata sejarah, budaya, dan kuliner melalui tayangan-tayangan kreatif," tegasnya.

Ia juga memaparkan keberhasilan program Car Free Night (CFN) di kawasan Kota Lama Kesawan yang rutin digelar setiap malam minggu. 

Meski respons masyarakat sangat tinggi, Odi menyatakan pihaknya tetap melakukan inovasi, termasuk pengembangan 5 Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) sesuai Perwal Nomor 23 Tahun 2025.
Lima Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Medan:
1. KSP 1: Kota Lama Kesawan, Warenhuis, Lapangan Merdeka, hingga Pasar Petisah.
2. KSP 2: Taman Cadika, Medan Zoo, Graha Annai Velangkani, dan Penangkaran Buaya Asam Kumbang.
3. KSP 3: Vihara Gunung Timur, Rahmat Gallery, dan taman-taman kota (Ahmad Yani, Beringin, Gajah Mada).
4. KSP 4: Istana Maimun, Masjid Raya Al Mashun, Taman Sri Deli, dan Stadion Teladan.
5. KSP 5: Masjid Al Osmani, Danau Siombak, Situs Kota Cina, dan Kolam Retensi Martubung.

Sebagai langkah konkret, PWPM mengusulkan pembuatan lomba karya tulis jurnalistik bertema pariwisata untuk mendongkrak minat kunjungan. Usulan ini direspons positif oleh Kadispar yang akan menindaklanjutinya dalam skema anggaran mendatang.

Pertemuan ditutup dengan harapan agar kolaborasi ini mampu menjaga tren positif tingkat hunian hotel di Medan yang saat ini terus meningkat, seiring predikat pariwisata Medan yang kini berada pada level "Sangat Baik". (mar)
Komentar Anda

Terkini