![]() |
| Pedagang Pasar Deli Tua menolak penggusuran dan meminta Pemkab Deli Serdang memberikan solusi. (ft-ist) |
DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM – Rencana Pemkab Deli Serdang untuk menertibkan kawasan Pasar Deli Tua, Kelurahan Deli Tua Timur, langsung mendapat perlawanan sengit.
Ratusan pedagang kompak menolak digusur karena takut kehilangan satu-satunya sumber piring nasi mereka. Trauma penggusuran 12 tahun lalu pun kini kembali membayangi.
Suasana riuh terlihat pada Selasa (9/6/2026) kemarin. Area pasar dipenuhi oleh emak-emak, bapak-bapak, hingga anak muda yang duduk beralaskan tikar. Sambil membawa berbagai tulisan di karton, mereka menggelar aksi protes yang ditujukan kepada Pemkab Deli Serdang dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Sudah Terima Surat Peringatan dari Satpol PP
Ketua Himpunan Masyarakat Peduli Deli Tua, Thomas Jefferson Tarigan, mengungkapkan kalau ketakutan pedagang bukan tanpa alasan. Sekitar 500 pedagang di sana sudah menerima Surat Peringatan (SP) dari Satpol PP yang meminta mereka segera angkat kaki.
"Kami minta Bupati Deli Serdang bisa bijaksana. Jangan main gusur sepihak tanpa kasih solusi yang jelas buat rakyat kecil," kata Thomas.
Bagi warga setempat, pasar ini bukan tempat jualan biasa, tapi punya sejarah panjang. Sejak zaman Belanda, tempat ini sudah jadi pusat ekonomi, terutama bagi warga pegunungan yang mau menjual hasil tani mereka.
"Bahkan sudah ada yang berjualan sampai empat generasi di sini," tambah Thomas.
Trauma Pindah ke Tempat Baru yang Sepi dan Minim Fasilitas
Pedagang mengaku kapok jika harus direlokasi lagi. Sebelumnya, mereka sempat dipindahkan ke Komplek Deli Old Town yang jaraknya sekitar 500 meter. Bukannya untung, para pedagang malah buntung.
Ini beberapa alasan mengapa lokasi baru ditolak mentah-mentah oleh pedagang:
- Pembeli Sunyi Senyap: Posisi pasar di dalam komplek ruko bikin omzet anjlok. Beda jauh dengan pasar lama yang berada di pinggir jalur utama Jalan Deli Tua – Sibiru-biru yang ramai dilewati angkot.
- Air Sering Mati: Pedagang ikan dan daging menjerit karena pasokan air bersih sering macet total.
- Kondisi Kumuh: Fasilitas toilet tidak terawat dan saluran pembuangan air sering tersumbat.
Curiga Lahan Mau Diberikan ke Pihak Swasta
Isu miring pun mulai berembus. Pedagang curiga kalau pasar lama sengaja dikosongkan untuk disulap jadi pusat kuliner modern yang dikelola pihak ketiga atau swasta.
Bukan cuma pedagang yang pusing, warga yang tinggal di jalur bekas rel kereta api Medan–Pancur Batu juga ikut kena imbas. Mereka mendadak diminta mengosongkan rumah oleh PT KAI. Padahal, warga dulunya rutin membayar sewa lahan, sebelum akhirnya PT KAI menyetop perpanjangan kontrak sejak tahun 2020 lalu.
Kini, para pedagang dan warga hanya bisa berharap pemerintah mau duduk bareng dan membuka ruang dialog. Mereka ingin ada solusi yang adil, agar urusan perut rakyat kecil tidak dikorbankan demi pembangunan. (dil)
