Datuk Iskandar Muda Serap Aspirasi Warga, Dari Masalah Banjir, Begal dan Kekurangan Lahan Pekuburan

Minggu, 26 Juli 2026 / 12.56

Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 Tahun Anggaran 2026 Anggota DPRD Kota Medan Datuk Iskandar Muda, A.Md yang dilaksanakan di sejumlah tempat, Sabtu dan Minggu (25-26/7/2026). (ft-ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Persoalan banjir, minimnya fasilitas pendidikan, keamanan lingkungan, hingga kebutuhan lahan pemakaman disampaikan warga dalam Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 Tahun Anggaran 2026 Anggota DPRD Kota Medan Datuk Iskandar Muda, A.Md yang dilaksanakan di sejumlah tempat dinataranya, Jalan Kawat 6 , Kel.Tj.Mulia Hilir, Kec.Medan Deli, Jalan Pimpinan GG.Delima, Kel.Seikera Hilir 1, Kec.Medan Perjuangan, Jalan Perwira dua GG.Saimin, Kel.Pulo Brayan Bengkel , Kec.Medan Timur, Jalan GB Yosua, Kel.Sidodadi, Kec.Medan Timur, Sabtu-Minggu (25-26/07/2026). 

Dalam dialog bersama masyarakat, warga Lingkungan Kawat VI mengeluhkan persoalan banjir yang hingga kini masih menjadi ancaman setiap kali hujan turun.

"Warga menyampaikan bahwa hujan sedikit saja sudah menyebabkan banjir. Memang sudah dilakukan pengorekan di sisi jalan tol, namun kondisi drainase masih dangkal dan dipenuhi sedimentasi sehingga perlu dilakukan normalisasi secara menyeluruh," ujar salah seorang warga.

Menanggapi hal tersebut, Datuk Iskandar Muda menegaskan akan mendorong pemerintah agar penanganan banjir menjadi prioritas melalui pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran.

"Kita akan terus mendorong agar anggaran APBD benar-benar terserap maksimal untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam pembangunan infrastruktur seperti normalisasi drainase dan penanganan banjir," katanya.

Selain persoalan banjir, Datuk juga menyoroti belum tersedianya Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri di Kecamatan Medan Deli. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

"Di Kecamatan Medan Deli hingga saat ini belum ada SMA negeri. Kita berharap pemerintah Kota Medan dapat melakukan pembelian lahan untuk pembangunan sekolah agar akses pendidikan bagi masyarakat semakin mudah," ujarnya.

Ia juga menyampaikan perlunya perhatian terhadap kebutuhan lahan pemakaman di Medan Deli. Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perlu melakukan pengadaan lahan pekuburan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

Sementara itu, warga Kawat VII, Azman, mengungkapkan keresahannya terhadap maraknya aksi begal dan tawuran yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

"Kami berharap pemerintah bersama aparat keamanan dapat mengambil langkah yang lebih tegas karena aksi begal dan tawuran sudah membuat masyarakat merasa tidak aman," katanya.

Sementara itu, Siti Hafizah mempertanyakan mekanisme penentuan kategori desil yang menjadi dasar penyaluran berbagai program bantuan sosial. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami indikator penilaian tersebut.

Di kesempatan yang sama, Ari Nasution meminta kejelasan terkait pembangunan Jembatan Kota Bangun serta proses pembebasan lahan yang dinilai perlu segera direalisasikan demi kelancaran akses transportasi masyarakat.

Menanggapi persoalan keamanan, Lurah Tanjung Mulia Hilir, Dedi Anggara, mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya remaja.

"Kami mengajak seluruh keluarga untuk memastikan anak-anak remaja sudah berada di rumah apabila sudah malam. Pengawasan dari orang tua sangat penting untuk mencegah mereka terlibat dalam aksi tawuran maupun tindak kriminal lainnya," ujarnya.

Menutup kegiatan reses, Datuk Iskandar Muda menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Medan. Ia berkomitmen mengawal setiap usulan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Reses merupakan momentum bagi kami untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga. Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan dan kebijakan pemerintah, sehingga manfaat anggaran benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya. (mar)

Komentar Anda

Terkini