![]() |
| Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri. (ft-ist) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Proses perekrutan dan penetapan Kepala Lingkungan (Kepling) X di Jalan Umar, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, menuai polemik. Warga setempat menduga adanya pelanggaran mekanisme dalam proses pemilihan tersebut dan mendesak pemerintah daerah segera turun tangan.Kasus ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri. Politisi yang akrab disapa Lela ini meminta pihak Camat dan Lurah untuk bersikap transparan dan mematuhi ketentuan Peraturan Daerah (Perda) serta Peraturan Wali Kota (Perwal) yang berlaku.
"Sejumlah warga mengadu kepada saya. Mereka keberatan atas proses pemilihan Kepling X di Jalan Umar, yang secara tidak langsung berdekatan dengan tempat tinggal saya," ujar Lela kepada wartawan setelah menerima pengaduan warga, Minggu (12/7/2026).
Menurut warga, terdapat kejanggalan besar dalam hasil akhir seleksi. Ketua BKM Masjid Al Ikhlas, Amirudin Sirait, membeberkan bahwa ada dua kandidat yang bertarung, yakni Fachri Azril Syah dan Ahmad Aulia Syukri.
Dalam proses penjaringan, Fachri Azril Syah mengklaim mengantongi sekitar 120 dukungan dari total estimasi 170 Kepala Keluarga (KK) di lingkungan tersebut. Sementara itu, Ahmad Aulia Syukri disebut hanya mendapatkan sekitar 60 dukungan warga.
Anehnya, Surat Keputusan (SK) pengangkatan justru diberikan kepada Ahmad Aulia Syukri yang meraih dukungan lebih sedikit. Selain masalah jumlah dukungan, warga juga menyoroti jadwal pengumuman yang dinilai janggal.
"Harusnya pengumuman tanggal 10 Juli 2026, tapi tiba-tiba tanggal 9 Juli 2026 sudah keluar pula namanya," ungkap Amirudin.
Merespons keluhan tersebut, Lailatul Badri menegaskan akan membawa persoalan ini ke ranah legislatif. Ia berencana berkoordinasi dengan Komisi 1 DPRD Kota Medan yang membidangi pemerintahan untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).
"Permasalahan ini akan saya sampaikan kepada rekan-rekan di Komisi 1 agar secepatnya menggelar RDP. Kita ingin masalah ini clear dan tidak menjadi polemik berkepanjangan di tengah masyarakat," tegas Lela.
Lebih lanjut, Lela juga meminta Wali Kota Medan, Rico Waas, memberikan atensi khusus terhadap kasus ini dengan menurunkan tim investigasi ke lapangan.
"Kita berharap Wali Kota Medan dapat segera menurunkan tim untuk melakukan penelusuran. Perlu diverifikasi ulang secara terbuka apakah semua tahapan ini sudah berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada atau tidak," pungkasnya. (mar)
