![]() |
| Pisang Kepok Keling dipamerkan di Paviliun Pemko Tebing Tinggi di PRSU ke 50. (ft-ist) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Produk pertanian lokal Sumatera Utara kembali membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Kali ini, Pemerintah Kota Tebingtinggi memamerkan varietas unggulan daerah, Pisang Kepok Keling (Musa sp.), pada gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50.
Pisang berukuran jumbo ini langsung mencuri perhatian para pengunjung paviliun Kota Tebingtinggi. Selain ukurannya yang besar, pisang ini memiliki ciri khas kulit buah yang berwarna sangat gelap hingga nyaris kehitaman, yang menjadi asal-usul penamaan "Keling".
Daging buahnya yang gemuk dan padat menjadikannya sangat diminati untuk diolah menjadi berbagai makanan seperti pisang goreng, rebus, kolak, hingga produk hilirisasi unggulan berupa keripik pisang.
Keunggulan pisang ini tidak hanya terletak pada fisiknya, melainkan juga pada masa produksinya yang efisien.
"Masa panen pisang kepok keling ini lebih cepat, hanya sembilan bulan, sementara pisang jenis lain biasanya memakan waktu sebelas bulan. Hal ini memberikan kuantitas hasil yang lebih banyak dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani," ujar Rahmad, penjaga stan paviliun Tebingtinggi.
Di pameran tersebut, bibit pohon pisang kepok keling dipasarkan dengan harga Rp50.000 per pohon.Keberhasilan hilirisasi komoditas ini dibuktikan dengan pelepasan ekspor sebanyak 9 ton keripik pisang kepok keling ke Malaysia dengan nilai mencapai Rp270 juta.
Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Sumut, Surya, bersama Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, di Pasar Baru Tebingtinggi beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan bahwa pencapaian ini mengirimkan pesan kuat ke pasar global. “Ekspor bukan hanya soal mengirim barang ke luar negeri. Ekspor adalah tentang menjaga kualitas, kontinuitas produksi, standar mutu, serta kepercayaan mitra dagang,” jelas Surya.
Ia menambahkan, Pemprov Sumut berkomitmen penuh mendorong hilirisasi agar komoditas pertanian rakyat memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi.
Kementerian Perdagangan sendiri terus mendukung pelaku usaha lokal melalui program "UMKM Bisa Ekspor" yang memfasilitasi business matching harian bersama pembeli internasional. Tercatat ada 1.200 UMKM yang telah berpartisipasi dengan nilai transaksi mencapai US$134,8 juta, di mana hampir 70 persen di antaranya merupakan pelaku usaha yang baru pertama kali menembus pasar ekspor.
Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, turut menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Menurutnya, keberhasilan ekspor ini menjadi energi baru bagi daerah untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.
Untuk melindungi keaslian komoditas ini, Pisang Kepok Keling telah resmi didaftarkan sebagai varietas lokal dengan Nomor: 697/PVL/2018 di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.
"Langkah ini untuk menjaga indikasi geografisnya. Seperti halnya apel Malang, ke mana pun pohon ini ditanam, namanya akan tetap membawa nama Tebingtinggi," tegas Rahmad.
Melalui ajang PRSU ke-50 ini, Pemkot Tebingtinggi berharap dapat memperluas akses pasar tidak hanya untuk sektor pertanian, tetapi juga untuk berbagai produk UMKM, kerajinan ukir, dan kain tenun khas guna menarik minat investasi yang lebih luas. (red)
