![]() |
| Pengendara sepeda motor antri BBM di SPBU. (ft-ist) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di beberapa titik wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, mulai memicu kepanikan warga. Sejak beberapa hari terakhir, masyarakat berbondong-bondong mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi mendapatkan pasokan bahan bakar, Senin (13/7/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat mengular di hampir seluruh SPBU. Volume kendaraan yang mengantre melonjak drastis dibanding hari-hari normal. Meski demikian, aktivitas mobilitas masyarakat di jalan-jalan utama Kota Medan terpantau tetap berjalan seperti biasa.
Kondisi kelangkaan ini rupanya dimanfaatkan oleh sebagian penjual BBM eceran. Mereka nekat menaikkan harga jual di tengah kekosongan pasokan yang terjadi di sejumlah SPBU resmi. Lonjakan harga eceran tersebut kian menambah beban finansial masyarakat yang bergantung pada BBM untuk aktivitas harian.
Di tengah situasi sulit ini, warga tidak memiliki pilihan selain bersabar menghadapi antrean berjam-jam.
Seperti diungkapkan Donny (32), pengendara motor yang mengaku terpaksa ikut mengantre agar tetap bisa menggunakan kendaraannya untuk bekerja esok hari.
"Kayak mana mau dibuat Bang, mau tak mau terpaksa ikut mengantre. Besok kerja bagaimana perginya," ujar Donny kepada wartawan.
Keluhan senada juga disampaikan oleh Arfan (43), seorang buruh harian lepas. Ia meluapkan kekesalannya karena harus membuang waktu produktifnya hanya untuk mengantre minyak.
"Habis waktuku kayak gini Bang, cuma untuk mengisi BBM. Padahal cuaca juga lagi bagus, tapi malah sulit minyak," keluh Arfan.
Sebagai konsumen, Arfan mengaku bingung dengan kelangkaan mendadak ini. Ia berharap pihak Pertamina dan pemerintah segera menormalisasi pasokan BBM agar masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU. (red)
