DPRD Medan Desak Pemko Prioritaskan Kelanjutan Jalan Belawan Sicanang yang Mangkrak

Sabtu, 08 Agustus 2026 / 17.56

Kondisi akses di Jalan Sentosa Barat dan Sicanang, Belawan. (ft-ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Kondisi infrastruktur jalan di kawasan pesisir Kota Medan kembali menjadi sorotan tajam. Pembangunan Jalan Sentosa Barat Lingkungan 20 dan Jalan Sicanang di Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, diketahui mangkrak sejak dimulai pada tahun 2025 lalu. Hingga kini, proyek tersebut belum juga menyentuh tahap penimbunan dan pembetonan.

Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Medan, T. Bahrumsyah, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera menuntaskan pembangunan jalan tersebut. Ia meminta proyek ini dijadikan sebagai salah satu skala prioritas utama dalam Tahun Anggaran 2026.

Menurut Bahrumsyah, pengerjaan yang dilakukan pada tahun 2025 baru sebatas pemancangan tiang-tiang fondasi. Setelah fase tersebut selesai, seluruh aktivitas pekerja di lapangan terhenti total, meninggalkan jalan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

"Jalan ini sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2025, tetapi baru pemancangan tiang pancang. Sampai sekarang belum dilanjutkan dengan penimbunan dan pembetonan. Padahal kebutuhan masyarakat terhadap jalan yang layak sangat mendesak," ujar Bahrumsyah kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).

Bahrumsyah menjelaskan bahwa letak geografis kawasan Belawan Sicanang yang berada di wilayah pesisir membuat badan jalan tersebut kerap tergenang air pasang laut atau rob. Masalah ini diperparah oleh mandeknya proyek, sehingga air yang merendam jalan memicu tumbuhnya lumut tebal.

Kondisi jalan yang licin dan dipenuhi genangan air tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi warga, tetapi juga mengancam keselamatan fisik masyarakat setempat. Pengguna jalan, khususnya anak-anak yang setiap hari melintas untuk pergi dan pulang sekolah, menjadi pihak yang paling rentan.

"Jalan ini terus digenangi air pasang rob. Kondisinya menjadi sangat licin karena berlumut dan sudah banyak warga yang jatuh. Anak-anak yang mau sekolah juga harus melewati jalan seperti ini. Ini bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan, tetapi sudah menyangkut keselamatan masyarakat," tegasnya.

Bahrumsyah meminta Pemko Medan untuk bergerak cepat dan tidak membiarkan keresahan masyarakat pesisir berlarut-larut. Ia menilai karakter wilayah Sicanang membutuhkan perhatian sosiologis dan teknis yang berbeda dari kawasan Medan lainnya karena ancaman rob yang konstan.

Secara khusus, ia mengundang Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk segera meninjau langsung lokasi proyek agar mendapatkan data riil di lapangan.

"Saya mengundang Kepala Dinas SDABMBK dan jajaran untuk turun ke lokasi. Jangan hanya melihat laporan di atas kertas. Lihat langsung kondisi jalannya dan pastikan pembangunan ini memang sangat mendesak untuk segera ditangani," pintanya.

Lebih lanjut, Bahrumsyah juga mengetuk perhatian langsung dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Ia berharap orang nomor satu di Pemko Medan tersebut segera mengevaluasi kinerja jajarannya dan memerintahkan kelanjutan proyek fisik ini demi kemaslahatan publik.

"Kepada Bapak Wali Kota Medan Rico Waas, kami berharap atensinya agar pekerjaan pembangunan jalan ini segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat. Masyarakat sudah cukup lama menunggu," kata Bahrumsyah.

Ia mengingatkan agar kelanjutan proyek ini nantinya dirancang dengan konstruksi khusus yang ramah wilayah pesisir. 

"Jangan hanya dibangun, tetapi harus benar-benar direncanakan dan dikerjakan sesuai kondisi wilayah. Kita tidak ingin jalan selesai dibangun, tetapi kembali rusak karena tidak mampu menghadapi air rob," pungkasnya. (mar)

Komentar Anda

Terkini