Paviliun Humbahas Jadi Magnet di PRSU 2026, Ikan Ihan hingga Kopi Lintong Diburu Pengunjung

Minggu, 02 Agustus 2026 / 18.41

Petugas Paviliun Kabupaten Humbang Hasundutan di PRSU ke 50 menunjukkan berbagai produk unggulan dari UMKM. (ft-ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Paviliun Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menjadi salah satu daya tarik pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang berlangsung 3 Juli–2 Agustus 2026 di Kompleks PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan. Beragam produk unggulan daerah, mulai dari Ikan Ihan, Kopi Lintong, andaliman, hasil pertanian, hingga Batik Shibori khas Humbahas ramai menarik perhatian pengunjung.

PRSU ke-50 yang mengusung tema "Harmoni Emas" mewajibkan setiap paviliun kabupaten/kota dan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut menampilkan potensi unggulan, mulai dari produk UMKM, budaya hingga peluang investasi. Saat pembukaan, Paviliun Humbahas dihadiri langsung Bupati Humbang Hasundutan, Oloan P. Nababan.

Di dalam paviliun, pengunjung disuguhi aneka hasil bumi seperti bawang merah, cabai merah, tomat, kentang, kubis, wortel, ubi jalar, nanas, alpukat, salak, jeruk, kemenyan, hingga berbagai produk olahan UMKM. Namun, perhatian terbesar tertuju pada Ikan Ihan Batak dan Kopi Lintong yang menjadi ikon daerah tersebut.

Stepano Sialahi, salah seorang penjaga paviliun, mengatakan Ikan Ihan Batak sejak dahulu dikenal sebagai makanan para raja dan bangsawan Batak. Saat ini ikan endemik tersebut mulai dibudidayakan di Humbahas dan penangkaran Baktiraja sehingga keberadaannya semakin terjaga.

"Ikan Ihan banyak dicari pengunjung karena penasaran. Di Humbahas juga ada restoran yang menyajikannya. Rasanya gurih, biasanya dimasak arsik meski durinya cukup banyak," ujar Stepano didampingi Novel Purba, Laura Sitanggang dan Rahen Sitorus.

Ikan Ihan merupakan ikan endemik yang hidup di sungai berair jernih dan dingin dengan arus deras. Dalam tradisi Batak, ikan ini memiliki nilai budaya tinggi karena kerap digunakan sebagai upa-upa atau tudu-tudu sipanganon pada upacara adat sebagai simbol doa agar penerima memperoleh kesehatan, umur panjang, rezeki, dan keturunan.

Tak kalah diminati, Kopi Lintong Arabika produksi petani Humbahas juga menjadi incaran pengunjung. Kopi yang ditanam di ketinggian sekitar 1.200 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut tersebut telah dipasarkan hingga mancanegara melalui kelompok tani dan koperasi kopi di daerah itu.

Selain kopi, rempah andaliman juga menjadi produk favorit. Bumbu khas Batak tersebut dikenal memiliki sensasi rasa getir yang khas dan menjadi pelengkap berbagai masakan tradisional.

"Tanpa andaliman, masakan Batak terasa kurang lengkap. Pecinta kopi dan kuliner Batak biasanya langsung membeli kopi Arabika dan andaliman sebagai oleh-oleh," katanya.

Produk lain yang mencuri perhatian adalah Batik Shibori khas Humbahas dengan motif yang mengangkat kekayaan budaya lokal. Kain tersebut dipasarkan dengan harga mulai Rp350 ribu hingga Rp1,8 juta per lembar, tergantung jenis bahan dan motif.

Tak hanya itu, tersedia pula parfum khas Humbahas berbahan dasar kopi dan kemenyan yang menawarkan aroma alami dan tahan lama.

Sejumlah pengunjung mengaku senang mengunjungi Paviliun Humbahas karena dapat mengenal lebih dekat budaya serta potensi daerah tersebut. Mereka berharap PRSU tetap menjadi agenda tahunan dengan pembenahan, terutama terkait harga tiket masuk agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati pameran budaya dan produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara. (red)

Komentar Anda

Terkini