Harga Ikan Melonjak Akibat Cuaca Buruk, Daya Beli Warga Lesu

Rabu, 30 September 2026 / 19.37

Pedagang ikan di kawasan Menteng Indah, Medan Denai, Kota Medan. (ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Harga sejumlah jenis komoditas ikan di kawasan Menteng Indah, Kecamatan Medan Denai, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan harga ini dipicu oleh faktor cuaca buruk yang mengganggu pasokan dan ketersediaan ikan di pasaran.

Salah seorang pedagang ikan di kawasan tersebut, Kevin, mengungkapkan bahwa dalam kondisi normal, harga ikan rata-rata berada di kisaran Rp55.000 per kilogram. Namun, akibat kelangkaan pasokan yang terjadi saat ini, harga meroket tajam hingga menyentuh angka Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

“Kalau kondisi kita saat ini, bisa di harga 60 sampai 70 (ribu rupiah) karena langka. Tapi kalau kondisi biasa, di harga 55,” ujar Kevin saat diwawancarai, Rabu (30/9/2026).

Menurut Kevin, cuaca yang kurang bersahabat menjadi penyebab utama terhambatnya pasokan. Kondisi alam yang buruk berimbas langsung pada situasi di laut, sehingga jumlah tangkapan nelayan menurun dan stok ikan yang tersedia menjadi sangat terbatas. Keterbatasan ruang gerak akibat hujan juga kerap menjadi kendala utama dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.

Daya Beli Konsumen Menurun

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada melemahnya daya beli masyarakat. Lele dan udang yang menjadi jenis komoditas paling diburu warga kini penjualannya ikut terdampak.

Kevin membeberkan bahwa para pelanggan kini mulai menyiasati lonjakan harga tersebut. Pembeli yang biasanya rutin membeli ikan seharga Rp60.000 per kilogram, kini terpaksa membatasi anggaran belanja mereka atau mengurangi volume pembelian.

“Daya beli sudah mulai berkurang. Biasanya mereka bisa beli dengan harga 60 ribu per kilo, tapi kalau (uangnya) tidak cukup, mereka hanya membeli di kisaran harga 48 sampai 50 ribu saja,” tambahnya.

Tren Penjualan Akhir Pekan Sepi

Terkait siklus penjualan, Kevin menjelaskan bahwa aktivitas pasar cenderung lebih bergairah pada awal hingga pertengahan pekan, tepatnya dari hari Senin hingga Kamis. Sebaliknya, memasuki hari Jumat dan Sabtu, jumlah pembeli yang datang ke pasar mengalami penurunan drastis.

Berdasarkan pengalamannya, tren penurunan di akhir pekan ini terjadi karena sebagian besar masyarakat memilih untuk menghabiskan waktu luang di luar rumah dan makan di restoran atau warung makan.

Menghadapi situasi yang menantang ini, Kevin tetap berupaya menjaga loyalitas konsumen. Strategi utama yang ia lakukan adalah dengan konsisten menyediakan ikan dengan kualitas terbaik guna menarik minat pembeli di tengah fluktuasi harga. Para pedagang berharap kondisi cuaca dapat segera membaik agar pasokan kembali normal dan daya beli masyarakat dapat kembali bergairah. (med)

Komentar Anda

Terkini