Zulham Efendi : Menjaga Lingkungan Wujud Nyata Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila

Minggu, 27 September 2026 / 16.12

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PKS, Zulham Efendi saat melaksanakan kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Jala IX Gang Keluarga, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (27/9/2026). (istimewa)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan kebersihan, keamanan dan ketertiban tetapi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kepentingan bersama dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan, termasuk sampah, drainase, kondisi sungai, ruang terbuka hijau hingga ancaman banjir di Kota Medan.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Zulham Efendi, S.Pd., M.I., saat melaksanakan kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Jala IX Gang Keluarga, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (27/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Zulham mengangkat menjaga Lingkungan sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Pancasila mengajarkan kita untuk hidup bersama, saling membantu dan mengutamakan kepentingan bersama. Salah satu bentuk nyatanya adalah menjaga lingkungan. Tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran drainase, merawat sungai dan mempertahankan ruang terbuka hijau merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai warga,” ujar Zulham.

Politisi Medan Utara ini menekankan pentingnya membangun kesadaran warga sejak dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, lingkungan tempat tinggal dan komunitas. Menurutnya, budaya gotong royong dapat menjadi kekuatan masyarakat untuk mencegah persoalan lingkungan semakin besar.

“Kalau setiap warga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya, dampaknya akan sangat besar. Membersihkan parit, tidak membuang sampah ke sungai dan menjaga fasilitas umum mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar dalam mencegah banjir dan menjaga kualitas lingkungan,” katanya.

Dalam konteks Pancasila, Zulham menyebut semangat tersebut merupakan penerapan nilai kemanusiaan, persatuan dan keadilan sosial. Lingkungan yang bersih, sehat dan aman merupakan kepentingan bersama yang harus dapat dirasakan seluruh masyarakat.

“Jangan sampai kita baru peduli ketika banjir sudah terjadi. Kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun setiap hari. Pemerintah hadir dengan kebijakan dan infrastruktur, sementara masyarakat ikut menjaga dan merawatnya. Di situlah semangat gotong royong benar-benar kita praktikkan,” tegasnya.

Zulham berharap pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa persoalan kebangsaan juga dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan masing-masing.

"Menciptakan Kota Medan yang lebih bersih, sehat dan tangguh menghadapi banjir membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Dengan kepedulian dan gotong royong, nilai-nilai Pancasila dapat hadir bukan sekadar sebagai semboyan, tetapi menjadi bagian dari perilaku masyarakat sehari-hari," pungkasnya. (mar)

Komentar Anda

Terkini