![]() |
| Ketua DPD KNPI Kabupaten Batubara, Mukhrizal Arif. (ist) |
BATUBARA, KLIKMETRO.COM - Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Batubara, Mukhrizal Arif, mengapresiasi rencana penyelenggaraan Lake Toba Cross Island Run 2026 pada Desember mendatang. Ajang lari yang menghubungkan Parapat dan Pulau Samosir itu dinilai berpotensi mendongkrak pariwisata Sumatera Utara sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Mukhrizal mengatakan, perpaduan olahraga dan pariwisata atau sport tourism dapat menjadi strategi untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya Sumatera Utara kepada masyarakat luas. Namun, menurut dia, keberhasilan kegiatan semacam itu tidak cukup diukur dari jumlah peserta dan wisatawan yang datang.
"Lake Toba Cross Island Run 2026 bukan hanya agenda olahraga, tetapi juga peluang untuk membangun gerakan kolaborasi pemuda. Olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi masyarakat dapat bergerak bersama apabila dikelola dengan baik dan melibatkan banyak pihak," ujar Mukhrizal dalam keterangannya.
Dia menilai, kegiatan pariwisata harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas kreatif, serta generasi muda perlu mendapat ruang untuk terlibat dan memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan acara tersebut.
Mukhrizal juga mendorong pemuda mengambil peran lebih luas, mulai dari promosi digital, pengembangan ekonomi kreatif, penyediaan jasa wisata, hingga keterlibatan sebagai relawan dan pelaku usaha lokal.
"Pemuda jangan hanya menjadi penonton ketika daerahnya berkembang. Kita harus hadir sebagai pelaku, penggerak, sekaligus pencipta peluang. Event seperti ini dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kreativitas dan membangun usaha," katanya.
Mukhrizal juga mengingatkan pengembangan pariwisata Danau Toba harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan perlindungan budaya masyarakat. Menurut dia, peningkatan kunjungan wisatawan perlu diikuti pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.
Danau Toba merupakan bagian dari Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang menjadi salah satu aset penting pariwisata Sumatera Utara. Potensi tersebut, kata Mukhrizal, perlu didukung peningkatan kemampuan sumber daya manusia, terutama generasi muda yang bergerak di bidang pariwisata.
Dia menyebut keterampilan kewirausahaan, pemasaran digital, pelayanan wisata, dan pengelolaan kegiatan sebagai sejumlah bidang yang perlu diperkuat agar pemuda mampu mengambil bagian dalam pengembangan industri pariwisata.
"Pariwisata yang maju harus mampu menjaga alam, menghormati budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemuda harus kreatif mempromosikan destinasi, tetapi juga memahami pentingnya keberlanjutan," ujarnya.
KNPI Dorong Kolaborasi Pemuda Lintas Daerah
Mukhrizal berharap Lake Toba Cross Island Run 2026 dapat menjadi momentum memperkuat kolaborasi organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, dan UMKM di Sumatera Utara.
Menurut dia, konsep sport tourism juga berpotensi dikembangkan di Kabupaten Batu Bara dengan memanfaatkan kekayaan pesisir, wisata bahari, kuliner khas, dan budaya lokal.
Dia menilai, pengembangan potensi tersebut membutuhkan perencanaan yang matang serta keterlibatan masyarakat agar kegiatan yang diselenggarakan tidak berhenti sebagai acara seremonial.
"Batu Bara memiliki potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemuda dan masyarakat. Kita bisa belajar dari berbagai agenda pariwisata yang sukses, kemudian mengadaptasinya sesuai karakteristik daerah kita," kata Mukhrizal.
Dia menegaskan KNPI harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, membangun jejaring, dan melahirkan kegiatan produktif yang berdampak bagi masyarakat.
"Ukuran keberhasilan gerakan kepemudaan bukan hanya seberapa banyak kegiatan yang diselenggarakan, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika pemuda bergerak, ekonomi tumbuh, budaya terjaga, dan pariwisata berkembang, di situlah kehadiran pemuda benar-benar bermakna," tutupnya. (dani)
