![]() |
| Anggota DPRD Medan Fraksi PKS Datuk Iskandar Muda melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, Medan Tembung, Sabtu (24/10/2026). (ist) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Datuk Iskandar Muda, A.Md, menegaskan bahwa keluarga dan lingkungan memiliki peran penting sebagai sekolah pertama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Pengamalan Pancasila harus dimulai sejak dini melalui pendidikan karakter di rumah dan kehidupan bermasyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan di Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sabtu (24/10/2026).
Politisi Dapil 3 Kota Medan ini mengatakan, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara atau dihafalkan dalam pendidikan formal. Nilai-nilainya harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati. Keteladanan orang tua menjadi kunci agar anak tidak hanya mengenal nilai-nilai kebaikan, tetapi juga terbiasa menerapkannya.
“Pengamalan Pancasila dimulai dari rumah. Anak-anak belajar menghargai orang lain, bersikap jujur, disiplin, dan peduli terhadap sesama melalui apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari,” katanya.
Selain keluarga, tokoh masyarakat, pendidik, dan generasi muda juga memiliki tanggung jawab dalam memperkuat wawasan kebangsaan. "Lingkungan yang menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, musyawarah, serta kepedulian sosial akan membantu membentuk masyarakat yang harmonis," ungkapnya.
Datuk juga menekankan pentingnya menanamkan sikap toleransi sejak dini, terutama dalam menghadapi perbedaan agama, suku, budaya, maupun pandangan. "Perbedaan hendaknya menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan alasan untuk menimbulkan perselisihan," katanya.
Menurutnya, pemuda sebagai generasi penerus bangsa perlu mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan dan menghidupkan semangat gotong royong. Sikap saling membantu, menghormati sesama, serta peduli terhadap persoalan di lingkungan sekitar merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila.
"Masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa penguatan ideologi Pancasila bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama," pungkasnya. (mar)
