PKS Bergolak, Pengurus di Langkat Ramai-ramai Mundur

Minggu, 21 Oktober 2018 / 13.50
Para pengurus DPD PKS Kabupaten Langkat menyatakan mundur dari partai.
STABAT, KMC - Pasca perombakan struktur pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilayah Sumut yang dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Tifatul Sembiring, menimbulkan pergolakan di tubuh partai berlambang padi dan bulan sabit itu.

Pengurus DPD PKS di berbagai daerah pun mulai menyatakan mundur. Setelah para pengurus PKS  di Tapanuli Selatan dan Tebing Tinggi melakukan pernyataan sikap mundur dari partai, giliran para pengurus di Kabupaten Langkat melakukan hal sama. Mengundurkan diri secara massal.

Sikap mengundurkan diri beramai-ramai ini dilakukan di Rumah Malam Cabe Hijau, Stabat, Minggu (21/10/2018). Pengunduran tersebut menyusul pergantian pengurus PKS Wilayah Sumut.

“Hari ini kita berkumpul menyikapi kekisruhan internal partai yang tidak kunjung selesai. Terakhir pemecatan pengurus wilayah PKS Sumatera Utara," tukas Zainal Arifin.

Pada kesempatan itu, Zaenal Arifin memimpin pembacaan sikap pengurus dan anggota. Zaenal yang merupakan wakil ketua DPD PKS Kabupaten Langkat membacakan 3 point pernyataan.

1. Pergantian Pimpinan PKS Sumatera Utara seperti Ust M Hafez, Ust M Yusuf Fahmi, dan Ust Heriansyah serta unsur Pimpinan lainnya oleh DPP PKS menurut kami ini tidak berdasar. Mekanisme yang ditempuh oleh DPP kami yakini melanggar AD/ART Partai.

2. Pergantian pengurus yang ganjil karena tahun ini hingga 2019 kedepan kita menghadapi pileg dan pilpres. Harusnya kita konsolidasi dan kuatkan soliditas, bukan malah memecat dan mengganti pengurus partai.

3. Pergantian dilakukan setelah PKS berhasil lolos verifikasi faktual, memenangkan Pilkada Gubernur Sumatera Utara, dan telah mendaftarkan Calon Anggota Legislatifnya.

“Maka dengan ini kami menyatakan, mengundurkan diri dari struktur DPD  partai keadilan sejahtera  Kabupaten langkat dan beberapa DPC PKS Se-Langkat secara massal sebagai bentuk ketidakpercayaan pada DPP PKS. Dengan ini kami juga menyatakan mengembalikan KTA Partai Keadilan Sejahtera yang menandakan kami menarik diri dari keanggotaan partai keadilan sejahtera sejak hari ini," ungkap Zaenal Arifin.

Bersama dengan Zaenal Arifin, mundur juga sekretaris umum DPD PKS Langkat Jumadi, S.PdI, Ketua Cabang Dakwah 1 Ahmad Wanto, ST, Ketua Cabang Dakwah 5 Muhammad Nasir Harahap, Ketua Bidang Kesra dr. Wendi Widyanti beserta sekretarisnya Ainun Mardiah, Ketua bidang Humas Joko Mariono, Ketua Bidang Buruh Petani dan Nelayan Mumammad Fadel, Sekretaris Bidang Perempuan Sarmini, beserta beberapa ketua DPC dan puluhan anggota inti PKS Kabupaten Langkat.

Untuk diketahui, DPP PKS resmi mencopot 8 dari 9 pimpinan Wilayah PKS Sumatra Utara. Pencopotan ini langsung disampaikan oleh Ketua DPP PKS, Tifatul Sembiring, Rabu lalu (17/10/2018), di Hotel Madani Medan. Pencopotan ini juga dilanjutkan dengan pelantikan pimpinan PKS Sumut yang baru.

Dalam pernyataannya, Tifatul membantah PKS pecah. Dia beralasan pergantian ini merupakan dinamika yang wajar dalam mengkalkulasi komposisi yang tepat untuk menghadapi kompetisi Pemilihan Umum Legislatif 2019 mendatang. (mar)
Komentar Anda

Terkini