Banjir di Selayang, Drainase Tersumbat ke Sungai Babura

Senin, 08 Oktober 2018 / 19.19
MEDAN, KMC - Masyarakat Kota Medan mengeluhkan banjir yang belakangan ini kerap terjadi setiap kali diguyur hujan deras. Seperti di Pasar VII, Jalan Bunga Kantil, Kelurahan Selayang II dan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang.

Menurut warga, banjir yang terjadi akibat aliran air datang dari beberapa daerah seperti Johor, Pales dan lainnya yang bermuara ke parit Jalan Ngumban Surbakti.

"Aliran drainase Jalan Ngumban Surbakti tidak tembus ke gorong-gorong dekat Simpang Pemda. Akibatnya air meluap ke Kelurahan Sempakata dan terus menuju Kelurahan Selayang II. Sementara drainase di Kelurahan Selayang II dan Sempakata tidak mampu menampung besarnya debit air sehingga air masuk ke rumah warga. Bahkan tingginya mencapai pingganh orang dewasa," demikian keluhan warga yang disampaikan pada Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem saat meninjau ke sana, Senin (8/10/2018).

Anggota Komisi D ini datang bersama petugas UPT V Dinas PU Medan agar segera menyelesaikan permasalahan warga yang sudah 5 tahun menjadi langganan banjir.

Dalam peninjauan lapangan, ditemukan sejumlah masalah. Salah satunya, drainase yang ada di Jalan Ringroad Ngumban Surbakti tidak terhubung ke drainase di bawah flyover Jalan Jamin Ginting terus ke Sungai Babura. Begitu juga saluran menuju gorong-gorong dekat Simpang Pemda, air tidak bisa mengalir lancar karena tumpat.

Selain itu, permasalahan yang ditemukan adalah parit di Kelurahan Sempakata dan Selayang II harus dibersihkan karena tumpat. Begitu juga didapati sejumlah warga mendirikan bangunan di atas parit sehingga menyulitkan pemeriksaan saluran saat debit air tinggi.

Mengatasi banjir di Pasar VII Padang Bulan Medan, Daniel meminta kepada petugas UPT V Dinas PU agar melakukan pembersihan saluran drainase seluruhnya. “Bersama-sama aparat kelurahan, petugas UPT dalam waktu secepatnya segera melakukan pembersihan saluran drainase,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Daniel juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan saluran drainase yang ada di depan rumahnya. Kesadaran masyarakat juga diharapkan dengan membongkar bangunan yang berdiri di atas parit, untuk kenyamanan bersama. “Dengan adanya bangunan berdiri di atas drainase, selain sudah melanggar aturan, juga mengakibatkan sulitnya mengontrol parit,” himbaunya.

Sementara petugas PU usai peninjauan mengatakan, pihaknya akan melakukan pembersihan saluran drainase di Pasar VII. Namun untuk pembersihan saluran drainase di Jalan Ngumban Surbakti tidak mungkin mereka kerjakan, karena bukan bagian Pemko Medan. “Itu merupakan wilayah provinsi. Kalau drainase Jalan Ngumban Surbakti bisa dikoneksikan dengan gorong-gorong di Jalan Jamin Ginting, maka wilayah Jalan Bunga Kantil tidak akan banjir,"katanya. (mr/riz)
Komentar Anda

Terkini