-->

Masyarakat Sikh Pematang Siantar Bantah Kisruh Gurudwara, Albet Singh : Kami Tidak Kenal FOSPRA

Jumat, 12 Maret 2021 / 14.25

Albet Singh.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Disebut-sebut adanya kisruh masalah rumah ibadah Sikh (Gurudwara) di Pematang Siantar, mendapat bantahan dari tokoh masyarakat Sikh Pematang Siantar, Albet Singh.

"Sama sekali tidak benar ada kisruh soal rumah ibadah Sikh di Pematang Siantar,''bantah Albet Singh pada wartawan di Medan, Jumat (12//3/2021).

Albet yang merupakan Ketua Dewan Pembina baru menyebutkan, kegiatan Ibadah di Gurudwara Pematang Siantar berjalan lancar berjalan lancar, Bahkan akhir Pebruari 2021, Umat Sikh Siantar Simalungun baru saja melaksanakan acara Hari Besar Agama Sikh di Gurudwara Jalan Thamrin No. 50 Pematang Siantar yang saat ini berada dibawah Kepengurusan Baru yang didukung oleh 95% Umat Sikh Siantar-Simalungun. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 26 s/d 28 Pebruari 2021 dihadiri oleh hampir seluruh Umat Sikh Siantar/ Simalungun, Medan, Jakarta dan Surabaya berlangsung dengan tertib dan damai. 

Albet juga menyatakan keheranannya dengan sikap seseorang yang mengaku pimpinan Forum Umat Hindu Sikh Indonesia Peduli Gurdwara Pematangsiantar (FOSPRA). "Saya yang merupakan putra asli di Siantar tidak pernah kenal dan tahu apa itu FOSPRA, karena munculnya saja baru berkedudukan di Jakarta. Maksud dan tujuan tidak jelas, terus kenapa harus memaksakan diri untuk ikut campur dalam masalah proses hukum yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Pematang Siantar?" heran Albet.

Menurutnya lagi, masyarakat Sikh Siantar Simalungun lebih paham apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan jika ada permasalahan tanpa adanya campur tangan dari pihak Luar. 

"Memang saat ini sedang ada proses hukum terhadap mantan Pembina Yayasan Hindu Sikh Pematang Siantar berinisial S dan Anaknya HD atas dugaan penggelapan dalam jabatan terhadap uang sewa aset Yayasan berupa 7 (tujuh) unit ruko di Jalan Sutomo Pematang Siantar saat saudara S menjabat sebagai pembina yayasan. Sejak bergulirnya kasus dugaan penggelapan  ini, banyak pihak yang tidak jelas legalitasnya memancing di air keruh dengan membuat narasi serta membangun opini sesat dan murahan yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian masyarakat Sikh Siantar Simalungun terhadap proses hukum yang sedang berjalan,''kata pengusaha di Surabaya ini.

Albet mengajak seluruh masyarakat Sikh Siantar Simalungun untuk mengawal proses hukum yang sedang berjalan dan tidak mudah percaya dengan berita hoax yang sengaja diciptakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan diduga bertujuan memecah belahpersatuan dan kesatuan Umat Sikh Pematang Siantar.

"Saya juga ingatkan kepada pihak yang mengaku FOSPRA agar menghentikan narasi dan opini sesat serta kembali ke jalan yang benar. Hal ini demi menjaga persatuan dan kesatuan Umat Sikh Siantar Simalungun yang hidup damai dalam bingkai NKRI,''tegasnya. (hotlan) 

Komentar Anda

Terkini