-->

Terindikasi Penyimpangan, Proyek Pengerasan Jalan PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi Terancam Dilaporkan Penegak Hukum

Sabtu, 20 Maret 2021 / 21.12

Kondisi proyek pengerasan jalan PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi.

SIMALUNGUN, KLIKMETRO.COM - Proyek infrastruktur yang dinilai bermasalah dan terindikasi KKN di PTPN IV Medan, membuat banyak elemen masyarakat melayangkan kritikan dan pesimis kepada perusahaan plat merah ini.

Sebab infrastruktur yang dibangun selalu mengecewakan dan ditengarai tidak membawa manfaat yang berarti bagi PTPN IV dan masyarakat setempat. 

Benget, LSM Penggiat Perkebunan mengungkapkan, kegiatan pekerjaan yang terjadi di AFD 2 kebun Unit Tonduhan untuk kegiatan proyek jalan TA.2020 lalu yang dikerjakan oleh vendor PT. Jaya Megah Perdana, milyaran rupiah digelontorkan oleh perusahaan namun hasil yang didapatkan adalah jalan berlobang dan kubangan lumpur yang justru saat ini menyulitkan masyarakat untuk melintasi daerah tersebut.

Namun saat ini, PT Jaya Megah Perdana bisa kembali mendapat paket pekerjaan pengerasan jalan batu koral seperti bola basket di afd 2-3 kebun Bahjambi sepanjang 2150 M Untuk anggaran TA.2021. 

Awal pekerjaan pihak vendor PT.JMP ini sudah beberapa kali melakukan pelanggaran dan kecurangan, baik itu saat pembentukan profil, penyusunan batu coral dan cara menghampar material yang sudah melanggar syarat syarat teknis. 

"Makanya kemarin sudah sempat ditegur oleh konsultan, data RKS yang dikeluarkan pihak teknik kanpus PTPN IV medan yang ditanda tangani oleh Fitra Rinaldy sebagai kepala bagian,'' bilang benget, salah satu warkop Jalan Gereja Siantar, Sabtu(20/3/2021).

Menurutnya, awal pekerjaan pembentukan profil badan jalan, harus menyerupai batok tengkurap dengan kemiringan 4 s/d 6 %, pembentukan parit huruf V dengan kemiringan 45 derajat dengan ke dalaman maksimal 30 cm. Lalu batu disusun tegak berdiri,besar batu tidak boleh melebihi 10x13 cm sesuai yang dituangkan di RKS.

"Bila melenceng dari poin poin diatas, itu berarti vendor melakukan penyimpangan. Catatan kita, ada beberapa kecurangan yang sudah kita kantongi. Bia tidak ada perbaikan, kedepan proyek pengerasan jalan di AFD 2 ini akan kita laporkan ke penegak hukum, karena disinyalir bernuansa KKN,"sebutnya.

Lanjutnya lagi, terlihat fungsi pengawasan tidak berjalan efektif dan terkesan ada 'kong-kalikong'.

"Kita harapkan agar Direktur PTPN IV Medan Sucipto prayetno beserta SEVP OPS 1 Fauzi Umar turun ke lokasi proyek untuk melakukan sidak ke lapangan,''harapnya.

PTPN IV sebagai anak perusahaan Badan usaha milik negara [BUMN] holding perkebunan PTPN III [Persero] agar tidak kalah dengan rekanan/vendor yang bermain curang, perusahaan diminta tegas kepada vendor nakal yang merugikan perusahaan.

"Fungsi pengawasan yang diterapkan oleh Manajemen PTPN IV berlapis lapis, agar dapat efektip dan maksimal, sehingga hasil pekerjaan sesuai yang diharapkan dan membawak manfaat bagi perusahaan," terangnya.

Saat awak media melakukan konfirmasi melalui WhatsApp dengan tim pengawas konsultan Mulyadi, yang melanggar spekteknis dan RKS, Mulyadi belum membalas jawaban sama sekali. (RG)

Komentar Anda

Terkini