-->

Walikota Medan Pimpin Perobohan Bangunan di Kawasan Heritage

Kamis, 04 Maret 2021 / 21.38

Perobohan bangunan di kawasan heritage, Jalan Ahmad Yani VII, Medan.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Wali Kota Medan Bobby Nasution dan wakilnya Aulia Rachman memimpin langsung perobohan gedung yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Jalan Ahmad Yani VII, Kecamatan Medan Barat, Kamis (4/3/2021). Bangunan yang tidak memiliki IMB tersebut berada di kawasan heritage. Perobohan gedung tersebut dilakukan Pemko Medan dengan menggunakan alat berat.

Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution, mengatakan bahwa sebelumnya, Pemko Medan telah memberi teguran terhadap pihak pengelola. Namun, teguran tersebut dianggap tidak berefek dan pembangunan gedung itu terus berlanjut.

Menurut Bobby, perubuhan ini menjadi peringatan di tempat lain, terkhusus di Kesawan Square. "Kesawan Square tidak boleh diubah bentuk sekali pun ada ijinnya," tegas menantu Presiden itu.

Bangunan-bangunan yang berdiri di atas drainase di wilayah lain di Kota Medan kata Bobby juga akan ditertibkan ke depan. "Selanjutnya, gedung ini termasuk kawasan tersebut akan dijadikan tiang penyangga perekonomian Kota Medan," ungkap Bobby.

Bobby menjelaskan, khusus bangunan di Kota Medan, banyak bangunan yang sementara ini menyalahi aturan. Namun, dirinya tidak menyebut berapa banyak rincian jumlah bangunan yang menyalahi aturan.

"Medan ini saya lihat, banyak yang menyalahi aturan. Ada IMB-nya berapa meter dan yang dibangun berapa meter. Seperti kemarin juga di daerah Ring Road ada bangunan tak ada IMB-nya dan membangunnya di atas sempadan jalan. Secara kasat mata kita melihat itu ada kesalahan dan secara regulasi juga tidak memiliki administrasi yang baik," jelasnya.

"Seperti kita bilang kemarin, kawasan ini kita jadikan untuk program pariwisata Kota Medan dan menunjang perekonomian Kota Medan," tegas Bobby.

Sementara itu, perwakilan pihak pengelola Ahmad Fauzi mengakui kesalahan bangunan yang tidak memiliki IMB tersebut. "Kemarin kita belum tahu informasi kalau ini merupakan cagar budaya. Kita mengakui kesalahan kita dan tentunya kita mendukung program pemerintah yang mengupayakan kawasan ini menjadi lebih baik, seperti pusat kuliner," tukasnya. (mar)

Komentar Anda

Terkini