-->

KSAD Hapus Tes Keperawanan Prajurit Wanita

Kamis, 12 Agustus 2021 / 04.47

ilustrasi.

JAKARTA, KLIKMETRO.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menjelaskan soal isu tes keperawanan yang akan dihapus dalam proses pemeriksaan kesehatan calon Kowad. Dia menjelaskan tes keperawanan tak lagi dilakukan TNI AD terhadap calon Kowad.

“Hymen atau selaput dara tadinya juga merupakan satu penilaian (dalam seleksi siswa pendidikan pertama Kowad), apakah hymen utuh atau ruptur sebagian atau ruptur yang sampai habis. Sekarang tidak ada lagi. Karena tujuan penyempurnaan materi seleksi itu lebih ke kesehatan. Sehingga yang tidak berhubungan lagi dengan itu, ya tidak perlu lagi,” jelas Andika kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Andika menerangkan pemeriksaan kesehatan calon Kowad bertujuan menghindari insiden atau hal-hal yang membahayakan nyawa selama pendidikan. Jadi hal-hal yang tak berkaitan dengan tujuan itu dinilai tak perlu dilakukan lagi.

“Tujuan penyempurnaan materi seleksi ini tujuan lebih ke kesehatan, menghindari satu insiden yang menghilangkan nyawa. Jadi yang tidak ada hubungan dengan itu, tak perlu lagi,” terang Andika.

Andika ingin proses pemeriksaan kesehatan terhadap calon Kowad diperbaiki agar efektif. “Perbaikan ini agar kita fokus, efektif dan tepat. Jangan sampai melebar. Agar kita punya arah,” ucap dia.

Sebelumnya, Andika meminta pemeriksaan kesehatan yang tak relevan saat rekrutmen Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dihapuskan, tapi tak disebutkan dengan jelas tes apa yang ia maksud. Arahan KSAD ini mendapat sambutan positif dari pemerhati HAM yang menafsirkan arahan itu terkait tes keperawanan.

Awalnya, KSAD Jenderal Andika memberikan arahan kepada seluruh Pangdam lewat teleconference terkait persyaratan kesehatan terkait rekrutmen prajurit KOWAD, serta pengajuan persyaratan pernikahan personel Angkatan Darat. Video arahan KSAD itu diunggah pada 18 Juli 2021.

“Jadi untuk kesehatan, kita fokus. Tidak ada lagi pemeriksaan di luar tujuan tadi,” kata Andika kepada para pangdam.

Andika menjelaskan tujuan rekrutmen Kowad adalah agar peserta didik bisa mengikuti pendidikan pertama TNI AD. Andika mengatakan saat pendidikan pertama, kegiatan calon Kowad mayoritas adalah kegiatan fisik.

“Oleh karena itu, ada hal-hal yang memang peserta ini harus memenuhi. Tetapi ada juga hal-hal yang tidak relevan, nggak ada hubungannya, dan itu tidak lagi dilakukan pemeriksaan,” jelas Andika.

Andika memerintahkan proses seleksi prajurit pria dan wanita harus setara. Andika ingin rekrutmen fokus pada pemeriksaan-pemeriksaan yang berhubungan dengan materi dasar militer.

Arahan Jenderal Andika ini disambut oleh Human Rights Watch (HRW). Lewat situsnya, HRW menafsirkan arahan Jenderal Andika soal tes kesehatan prajurit pria dan wanita harus setara itu sebagai sinyal bahwa tes keperawanan akan dihapuskan.

“‘Tes keperawanan’ adalah bentuk kekerasan berbasis gender dan merupakan praktik yang secara luas didiskreditkan. Pengujian tersebut mencakup praktik invasif memasukkan dua jari ke dalam vagina untuk menilai apakah wanita tersebut sebelumnya pernah berhubungan seks. Pada November 2014, Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan pedoman yang menyatakan, “Tidak ada tempat untuk tes keperawanan (atau ‘dua jari’); itu tidak memiliki validitas ilmiah,” tulis Human Right Watch.

Human Rights Watch menyebut apa yang dilakukan KSAD Jenderal Andika adalah langkah yang tepat. Mereka berharap TNI AL dan TNI AU melakukan hal yang sama.

“Ini adalah langkah yang benar. Kini tanggung jawab komandan teritorial dan batalyon untuk mengikuti perintah,” tulis Human Rights Watch.(dc)

Komentar Anda

Terkini