-->

Pendapatan Pedagang Pasar Simpang Melati Menurun Demi Taati Prokes PPKM

Rabu, 11 Agustus 2021 / 18.43

Pedagang Pasar Simpang Melati.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Suasana di Pasar simpang melati jalan flamboyan raya kelurahan tanjung selamat kecamatan medan tuntungan kota medan tak seperti biasanya Pasar yang setiap hari ramai dan berjualan kini tampak lengang dan tertata.

Sejak pandemi melanda, Pasar Simpang Melati melakukan penataan ratusan pedagang yang biasanya jualan di dalam dan luar. Mereka jualan di jalan dengan menjaga jarak antara pedagang satu dengan lainnya. Mereka tak boleh keluar dari lapaknya. 

"Ini diatur pak pasarnya, biar nggak kena Covid. Makanya diatur jaraknya, biar nggak kerumunan," jawab beberapa pedagang kepada wartawan, Rabu (11/8/2021) sekira pukul 14.00 wib.

"Tapi tidak apa-apa pak, yang penting sehat," kata mereka.

Salah satu pedagang di Pasar Simpang Melati Lina mengatakan, sejak pandemi pasar tempatnya berjualan ditata. Pedagang dan beli  agar tidak terjadi kerumunan.

"Ya pendapatan menurun, tapi tidak apa-apa yang penting sehat. Lha sekarang virusnya seperti ini, pedagang kan bahaya karena bersentuhan dengan orang terus. Kalau kita disebut pasrah ya pasrah, tapi kan harus tetap berusaha," kata Lina. 

Hal senada disampaikan pedagang sembako. Kalau diminta memilih, ia memilih pasar dikembalikan seperti kondisi semula.

"Enak seperti dulu, kalau sekarang pendapatannya menurun. Tapi ya tidak apa-apa, biar nggak ketularan Covid. Yang penting sehat (badan sehat), itu nomor satu," kata mereka.

Camat Medan Tuntungan Harry Indrawan S. STP Tarigan mengapresiasi upaya penataan pasar simpang melati dan menurutnya, hal itu penting agar pedagang di pasar bisa berjarak dan tidak berkerumun.

"Dan yang paling penting, para pedagang harus jaga jarak dan tidak berkerumun. Ini keren, apalagi dari pengelola pasar selalu mengingatkan," katanya.

Camat berharap kondisi ini tetap dipertahankan, agar tidak tercipta klaster baru pedagang di Pasar Simpang Melati.

"Kita berharap agar semua taat PPKM dan jaga jarak, pakai masker dan tidak berkerumun. Kalau semua tertib dan vaksinasi sudah berjalan baik, maka mudah-mudahan mereka bisa kembali berjualan seperti dulu. Inilah yang orang sebut kebiasaan baru. Normal barunya ya seperti ini," pungkasnya.

Selanjutnya Juan Lingga, S. Sos selaku Kasi Trantib Kecamatan Medan Tuntungan sekaligus koordinator lapangan Posko Pajak Melati meminta juga agar para pedagang tetap menempati kios -kios masing-masing dan tidak berjualan diatas parit dan bahu jalan. Hal ini penting terutama disaat pandemi covid 19 dimana jangan sampai terjadi kerumunan yang dapat menyebabkan makin meningkatnya masyarakat terpapar covid 19. (Hot) 

Komentar Anda

Terkini