BBKSDA Sumut Terima 6 Individu Siamang Dari Jakarta Pulang ke Sumut

Jumat, 24 September 2021 / 22.25

BBKSDA Sumut menerima 6 individu siamang dari Jakarta.

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, menerima kedatangan 6 individu Siamang (Symphalangus syndactylus) yang berasal dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur. Ke enam Individu Siamang dari Jakarta itu langsung diterima oleh BBKSDA Sumut untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Kepala Subbag Data, Evlap melalui Kehumasan BBKSDA Sumut, Andoko Hidayat, dalam press releasnya, Jumat (24/9/2021) petang, menyampaikan enam individu Siamang (Symphalangus syndactylus) dikirim melalui Bandara Udara Kuala Namu Internasional, Deli Serdang, menggunakan pesawat Garuda Indonesia, pada Kamis 23 September 2021 Wib, oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta.

"Enam ekor individu Siamang (Symphalangus syndactylus) tiba di Bandara Kuala Namu Internasional, Deli Serdang, menggunakan pesawat Garuda Indonesia, pada Kamis 23 

September 2021 sekira Jam 09 Wib,"ujar Andoko Hidayat pada sejumlah wartawan, Jumat (24/9/2021).

Dikatakan Andoko Hidayat, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Balai KSDA Jakarta, bahwa keenam individu Siamang tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat kepada petugas.

"Keenam individu Siamang (Symphalangus syndactylus) itu sebelumnya sempat dititipkan di PPS Tegal Alur yang dikelola oleh Balai KSDA Jakarta,"kata Andoko Hidayat.

Disebutkannya, sebelum translokasi, petugas medis PPS Tegal Alur telah melakukan pemeriksaan baik perilaku maupun kesehatan. 

Menurutnya, dari penilaian perilaku dan kesehatan, dengan melakukan pengamatan terhadap sifat liar, perilaku makan, kualitas feses, kondisi tubuh dan perilaku alami.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengamatan yang telah dilakukan, satwa-satwa tersebut tidak mengalami perubahan perilaku alaminya. 

Sedangkan dari segi kesehatan, kata Andoko satwa tersebut dinyatakan sehat serta tidak menunjukkan gejala klinis penyakit menular atau penyakit infeksius. 

"Sehingga dapat kesimpulkan bahwa satwa-satwa tersebut layak untuk direlokasi guna dilepasliarkan ke habitatnya,"jelas Andoko.

Lanjut Kehumasan BBKSDA Sumut, Andoko Hidayat menyampaikan, sebelum diberangkat kan ke Sumatera Utara, keenam Siamang yang diantaranya 4 ekor jantan dan 2 ekor betina telah dilakukan tes darah untuk memantau penyakit elisa rabies dan hasilnya dinyatakan Titer Antibodi Rabies (Non Protektif).

"Demikian juga dengan tes Covid-19 hasilnya pun negatif,"bilangnya.

Lebih jauh Andoko Hidayat menyampaikan, bahwa dalam proses pemindahan translokasi Siamang telah mengacu kepada Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor SE.4/KSDAE/KKH/KSA/4/2020 tanggal 9 April 2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan Covid-19 Pada Manusia dan Satwa Liar, serta telah memperhatikan kesehatan manusia maupun kesejahteraan satwa dalam rangka One Health serta Animal Walfare.

"Keenam Siamang segera dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Orangutan dan Primata lainnya yang dikelola oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara, di Bukit Mas Besitang, kabupaten Langkat, guna menjalani proses karantina dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya,"pungkasnya. (put)

Komentar Anda

Terkini