![]() |
| Aksi warga menolak pemagaran besi yang dilakukan Petugas Lapas Kelas II A Pancurbatu. Ft/int/sin |
DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM - Puluhan warga terlibat aksi saling dorong dengan petugas Lapas Kelas II A Pancurbatu. Aksi warga yang didominasi kaum emak ini dipicu lantaran akses jalan di Kampung Keling, Desa Pancurbatu, Deliserdang, ditutup oleh petugas Lapas dengan pagar besi.
Dikutip Sabtu (25/9/2021), amarah warga dan emak-emak ini disebabkan Lapas Kelas II A Pancurbatu melakukan penambahan bangunan. Dalam proses pembangunannya menutup akses warga sekitar dengan memasang pintu pagar besi.
Warga pun kompak melakukan protes dengan cara merobohkan pagar tersebut. Kericuhan pun tak terelakkan ketika sejumlah petugas lapas menghadapi emak-emak ini. Petugas lapas pun ngotot mempertahankan pintu pembatasnya.
Melihat petugas ngotot, aksi warga makin menjadi-jadi. Spontan, di depan puluhan petugas, seorang wanita paruh baya telanjang dada , melepas pakaian atasnya dan hanya mengenakan pakaian dalam bagian bawah.
Massa semakin banyak yang datang. Petugas lapas pun kewalahan dan memilih meninggalkan lokasi. Warga pun berhasil merobohkan pintu besi yang menghalangi akses mereka.
Sebenarnya warga mengakui jika akses jalan tersebut masih bagian dari wilayah lapas. “Sebenarnya warga minta solusi, sebab sebagian lahan lapas yang selama puluhan tahun itu menjadi akses jalan desa,” terang Jumperas Sinuhaji, seorang warga.
Sebelumnya warga juga melayangkan permohonan kepada Menteri Hukum dan HAM serta kepala kanwil kemenkumham Sumut agar warga tetap diberi akses meski ada pembangunan. Namun hingga sekarang tak ada jawaban. (si)
