-->

Geng Motor Sadis Siksa Pengendara Motor Hingga Sekarat Ditembak Polisi

Senin, 06 Desember 2021 / 22.57

Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan memaparkan penangkapan kawanan geng motor. (f-hotlan/klikmetro)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Seorang pengendara sepeda motor luka parah dihajar kawanan Geng Motor. Selain dipukuli pakai tongkat baseball, korban juga dibacok menggunakan parang dan gergaji. Aksi sadis geng motor itu pun viral di media sosial karena terekam kamera CCTV.

Peristiwa sadis itu terjadi di kawasan Jalan Cemara, Medan, pada Kamis (25/11/2021) lalu. Empat pelaku berhasil ditangkap polisi dan dua diantaranya ditembak di kaki karena melakukan perlawanan dan mencoba kabur saat ditangkap.

"Untuk keempat pelaku, dua di antaranya diberi tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan saat penangkapan, para pelaku bernama Agung Wira Andika (21), Ferdinan Hutagaol (19), DIM (17) dan RFY (16)," ujar Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan, Senin (6/12/2021).

Sambung Rona menjelaskan, para pelaku beraksi dengan cara menakut-nakuti korban, lalu menghujani dengan pukulan dan mengambil sepeda motor korban.

"Mereka ini dengan jumlah 50 orang berkonvoi, lalu melihat korban kemudian beraksi memukuli dan mengambil sepeda motor korban. Sementara itu untuk mempertahankan sepeda motor, korban berusaha memeluk namun gagal dan dibawa para pelaku," jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengamankan penadah.

"Untuk penadah masih kita dalami. Untuk korban sendiri mengalami luka tusukan hingga mendapat 7 jahitan di bagian belakang tubuhnya selain itu polisi amankan barang bukti berupa tongkat baseball, gergaji besi dan parang," ucapnya.

Kapolsek Medan Timur mengimbau agar para orang tua lebih berperan aktif mengawasi anak-anaknya baik di rumah maupun diluar rumah.

"Saya berharap kejadian ini jadi pelajaran buat kita. Kemudian saya berpesan untuk orang tua dari pelajar-pelajar kita, mari sama sama memperhatikan anak anaknya. Karena ini tergabung dengan grup-grup yang membahayakan keamanan ketertiban," pungkasnya. (hot)

Komentar Anda

Terkini