-->

Warga Mengeluh, Proyek Infrastruktur Ganggu Aktifitas Berjualan

Senin, 20 Desember 2021 / 20.24

Anggota DPRD Medan Fraksi PKS Syaiful Ramadhan menggelar reses di Jalan Karet Raya, Simalingkar dan di Kecamatan Medan Selayang, Minggu (19/12/2021). (f-maria/klikmetro)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Warga di kawasan Medan Tuntungan menyampaikan keluhan mereka yang aktifitas berjualan mereka terganggu akibat proyek infrastruktur drainase yang sedang dikerjakan kontraktor.

Aspirasi ini disampaikan warga dalam acara Reses Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Syaiful Ramadhan di Jalan Karet Raya No.1A Perumnas Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (19/12/2021) kemarin. Tidak hanya di Medan Tuntungan, Syaiful Ramadhan juga menggelar reses di dua tempat berbeda yakni di Jalan. Saudara Pasar mati GG. Mandor Kel. Beringin, Kecamatan Medan Selayang dan Jalan kenanga Raya Kel. Tanjung Sari Kec. Medan Selayang.

"Mohon disampaikan, proyek pengorekan drainase di kawasan Medan Tuntungan mengganggu usaha kami. Material tanah hasil pengorekan menghalangi tempat berjualan," ucap Latifa, warga yang menghadiri reses.

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan penyimpanan bahan material berupa beton yang disimpan pelaksana proyek tanpa memperhatikan tempatnya," ucap warga dalam reses tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Medan Syaiful Ramadhan meminta Pemko Medan dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum untuk menegus pelaksana proyek di apangan agar dalam mengerjakan proyeknya memperhatikan masukan warga.

"Di satu sisi, pelaksana proyek sedang melaksanakan pengerjaan proyek yang tentunya pasti mengakibatkan gangguan di lapangan. Tetapi di satu sisi, ada masyarakat yang mata pencahariannya terganggu. Kita mengharapkan kontraktor bisa membangun komunikasi yang baik dengan warga," ucapnya.

Namun begitu, Syaiful melihat pengerjaan proyek di lapangan sepertinya tidak memiliki konsep yang baik, dimana material banyak tertumpuk sembarangan di jalan yang berpotensi mengganggu aktifitas warga, begitu juga dengan tanah galian dan material lainnya.

"Kita sangat mengharapkan proyek drainase dilakukan dengan memperhatikan masukan warga, memiliki konsep yang baik sehingga pelaksanaan proyek tidak merugikan warga," harapnya.

Persoalan ini, kata Syaiful harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Medan dalam hal ini Wali Kota Medan sehingga misi Kolaborasi Medan Berkah benar-benar terrealisasi di masyarakat. (mar)

Komentar Anda

Terkini